China Sediakan 10.000 Beasiswa

Kamis, 31 Januari 2013 – 00:48:21 WIB

 

37 Universitas Masuk 100 Terbaik Asia

BAGI Anda yang berminat melanjutkan pendidikan S-1, S-2, atau S-3 secara gratis ke China terbuka kesempatan sangat lebar. Menurut Atase Pendidikan KBRI Beijing Chaerun Anwar, dalam waktu 10 tahun sejak 2010, Pemerintah China memberikan 10.000 beasiswa pendidikan gratis kepada 10 negara ASEAN, termasuk Indonesia.

”Setiap tahun ada 100 mahasiswa Indonesia yang mendapat beasiswa sekolah di China, baik program S-1, S-2, maupun S3,” kata Chaerun Anwar.

Mereka ditempatkan di 2.362 universitas yang tersebar di wilayah China. Tahun 2011 ada sekitar 74 mahasiswa Indonesia yang kuliah gratis dan tahun 2010 ada 100 mahasiswa. Data resmi dari Kementerian Pendidikan China menyatakan, jumlah pelajar/mahasiswa asing yang belajar ke Cina pada 2011 mencapai 292.611 orang. Mereka berasal dari 194 negara dan belajar di 660 perguruan tinggi, institut riset ilmu pengetahuan, dan lembaga pendidikan di 27 provinsi di China.

Dibandingkan dengan tahun 2010, jumlah pelajar/mahasiswa asing yang belajar ke China bertambah 27.521 orang atau meningkat 10,38%. Mahasiswa asing dengan beasiswa Pemerintah China meningkat 3.297 orang, mencapai 25.687 orang atau meningkat 14,73%.

Menurut Chaerun Anwar, kemajuan dunia pendidikan China karena reformasi ”gila” yang dilakukan Li Lanqing dan Perdana Menteri Li Peng. Pada Mei 1998, dia punya program menarik yang dinamakan ”Program 598”.

Indonesia mengalami masa krisis setelah Reformasi Mei 1998. ”Kita seperti terjun bebas, sementara Wakil Perdana Menteri China Li Lanqing malah bagi-bagi uang yang jumlahnya luar biasa banyak kepada 100 universitas,” kata pria kelahiran Bandung itu.

Revitalisasi

Pada 1998 semua perguruan tinggi yang kumuh dan jelek di China dibelikan tanah dan dibangunkan gedung. Sejak itu hampir semua universitas merevitalisasi tidak hanya secara fisik, tetapi juga membenahi seluruh perangkatnya, termasuk peningkatan mutu pengajar, pembenahan kurikulum, buku-buku standar, dan lain-lain. Tidak sedikit dosen China dikirim ke luar negeri untuk belajar teknik mengajar yang berkualitas.

Wakil PM Li Lanqing berkeyakinan jika universitas di China maju dan berkembang, seluruh dunia akan datang ke negara ini untuk menuntut ilmu. Apalagi di kalangan muslim sudah ditanamkan keyakinan melalui hadis, ”Uthlubul ilma walau bissin” (tuntutlah ilmu walau ke negeri China). Dia menghitung secara ekonomis, satu orang asing yang datang ke China paling sedikit akan menghabiskan uang 100 juta setahun.

Karena itu, sejak 1998, rata-rata universitas di China mempunyai lahan kampus minimal 100 hektare. Salah satu contoh Nanchang University (NCU) di Kota Nanchang, Provinsi Jiangxi yang memiliki kampus seluas 500 hektare. Gedung kuliah, ruang belajar, kantor, laboratorium, ruang praktik, fasilitas olahraga, asrama, pusat perbelanjaan, kantin, restoran, semua tersedia dalam satu lokasi. Mereka benar-benar serius mengelola dunia pendidikan.

Lebih serius lagi pada 2000 mereka mengeluarkan kebijakan ”211”. Maksudnya, pada abad ke-21 akan ada ratusan universitas China yang menduduki ranking universitas di dunia. Dan, ternyata kebijakan itu terbukti.

Pada 2011 terdapat tidak kurang 37 universitas di China yang masuk kategori 100 perguruan tinggi terbaik di Asia versi Webometric.

”Bayangkan, Indonesia hanya diwakili ITB, UGM, dan UI. Sementara China ada 37 universitas yang masuk,” kata Chaerun.

Padahal, kalau belajar sejarah, Indonesia lebih dulu merdeka. Sementara China baru tahun 1949 merdeka ketika komunisme men-take over kekuasaan dari nasionalis. Memang dibutuhkan kerja keras dan keberanian mengambil keputusan radikal seperti Deng Xiao Ping, Li Peng, dan Li Lanqing.

Mau Lewat Mana, Tinggal Pilih

IBARAT pepatah ”banyak jalan menuju Roma”. Untuk mendapatkan beasiswa pendidikan di China, tinggal pilih sendiri mau lewat jalur mana. Yang penting ada kemauan dan kesungguhan untuk mengurus.

Kunci utamanya tentu menguasai baca tulis bahasa China atau Mandarin. Sebab, mulai dari proses aplay di internet, mengisi blangko dokumen, hingga pengiriman data, semuanya menggunakan bahasa Mandarin. Kalaupun bisa menggunakan Bahasa Inggris, itu hanya sebagian kecil. Karena itu, disarankan sebaiknya sebelum memutuskan mengambil beasiswa pendidikan di China, paling tidak sudah menguasai Bahasa China, sekalipun tingkat dasar.
Menurut Atase Pendidikan KBRI Beijing Chaerun Anwar, beberapa pintu yang bisa ditempuh calon mahasiswa dari Indonesia yang ingin mendapatkan beasiswa, antara lain melalui beasiswa pemerintah daerah. Beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa yang sudah diterima di perguruan tinggi yang diinginkan.

Jenis beasiswa ini macam-macam, ada Outstanding Contribution Scholarship dan Outstanding Volunteer Scholarship, Beijing Municipal Government International Student Scholarship. Beasiswa jenis ini berupa pembebasan tuition fee saja selama satu tahun pelajaran. Biasanya batas akhir pengajuan beasiswa pada tanggal 31 Mei setiap tahunnya. Informasinya bisa diakses melalui website http/ www.csc. edu.cn.

Pemerintah Pusat

Lalu ada beasiswa pemerintah pusat. Beasiswa ini terdapat dalam tiga bentuk, yaitu Beasiswa Chinese Government Scholarship yang diberikan kepada calon mahasiswa yang akan menempuh jenjang Bachelor dan Master. Beasiswa yang diberikan full scholarship mencakup tuition fee, buku, asrama, asuransi kesehatan, dan uang saku 1500 – 1700 yuan per bulan. Penutupan aplikasi beasiswa pada tanggal 1 Maret setiap tahunnya.

Kemudian beasiswa Distinguished International Student Scholarship, diberikan kepada mahasiswa yang sudah diterima di perguruan tinggi yang diinginkan. Beasiswa ini untuk program Bachelor, Master, dan Doktor.
Beasiswa Distinguished Foreign Self Funded International Students Scholarship. Beasiswa ini bernilai 7.000 yuan sebagai uang bantuan kuliah bagi mahasiswa yang sudah diterima di perguruan tinggi yang dimaksud. Pendaftaran ditutup tanggal 31 Mei.

Undergraduate Foundation Program for International Student Scholarship, diberikan kepada mahasiswa asing untuk  persiapan masuk jurusan yang dipilih yang diajarkan dalam bahasa Mandarin serta persiapan ujian HSK atau masa matrikulasi program studi di jurusannya.
Great Wall Fellowship (China-Unesco) Scholarship. Yakni, beasiswa full scholarship yang diberikan kepada dosen yang ingin melakukan post doctoral research di perguruan tinggi China.

Study in Asia Scholarship, berupa beasiswa full scholarship yang diberikan untuk mendukung mobilisasi pertukaran para peneliti dan dosen negara-negara Asia. China/AUN Scholarship Program, yakni beasiswa full scholarship yang  diberikan dalam rangka perjanjian antara China-ASEAN untuk mendukung pertukaran mahasiswa, dosen, dan guru negara-negara ASEAN dengan China.

Di samping itu, ada beasiswa Hanban. Hanban adalah sayap organisasi propaganda bahasa dan kebudayaan China di bawah Kementerian Pendidikan China dengan dana yang luar biasa besarnya. (Agus Fathuddin Yusuf-37) (/)

Sumber: Diambil dari harian Suara Merdeka, 3 Juli 2012 http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/07/03/191392/37-Universitas-Masuk-100-Terbaik-Asia

http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/07/04/191481/16/Mau-Lewat-Mana-Tinggal-Pilih-