22 Pelajar Indonesia Ikuti Pelatihan Bisnis di Tiongkok

Jumat, 08 November 2013

 

Sebanyak 22 pelajar Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok mengikuti pelatihan bisnis di Tiongkok pada 31 Oktober-5 November kemarin, acara yang di laksanakan di Polytechnic of Jinhua, kota Jinhua, Provinsi Zhejiang tersebut dihelat atas kerjasama Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Beijing dengan Jinhua Polytechnic, salah satu Politeknik unggulan di Tiongkok.

Pelatihan tersebut diisi oleh pemateri dari kalangan akademisi dan praktisi dari Tiongkok. Hadir dalam acara tersebut Direktur International Education College of Jinhua Polytechnic Wang Zhenhong beserta wakilnya Lou Minsheng, Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI Beijing Chaerun Anwar beserta staf Riyono,  Wakil Ketua Umum PPI Tiongkok Ahmad Syaifuddin Zuhri dan jajaran pejabat dari Jinhua Polytechnic lainnya.

Direktur International Education College of Jinhua Polytechnic Wang Zhenhong dalam sambutannya mengatakan sangat bangga dan berterimakasih kepada pihak KBRI di Beijing atas terselenggaranya acara tersebut karena kali pertama Jinhua Polytechnic mengadakan kerjasama dengan pihak Indonesia melalui KBRI dan diawali dengan pelatihan bisnis bagi pelajar Indonesia.

Ia juga menambahkan, baru kali pertama kampusnya disinggahi pelajar dari Indonesia dan berharap pada semua peserta kedepannya bisa menjadi penghubung kerjasama Tiongkok- Indonesia khususnya antara Jinhua Polytechnic dengan Indonesia semakin erat.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI Beijing Chaerun Anwar mengatakan, kerjasama pertama kali dengan pihak Jinhua Polytechnic adalah bagian dari pengembangan kerjasama pendidikan Indonesia dengan pihak Tiongkok, ia sangat apresiasi atas berkenannya pihak perguruan tinggi tersebut dalam menyelenggarakan pelatihan bisnis bagi pelajar Indonesia sebagai bagian dari salah satu kerjasama.

Kedepan ia berharap kerjasama bisa semakin meningkat dengan program-program yang lain apalagi Tiongkok semakin maju dalam segala hal.

Selama lima hari peserta dibekali materi di kelas dan di lapangan, materi di kelas meliputi karakteristik budaya bisnis di provinsi Zhejiang, karakteristik budaya bisnis Tiongkok dan pengaruhnya serta praktek bisnis Internasional di Tiongkok.

Sedangkan materi di luar kelas meliputi kunjungan di sentra penjualan komoditas UKM terbesar Tiongkok di Yiwu City, pusat UKM kayu ukir terbesar di Tiongkok Dongyang City, dan ke sentra industri ekspor otomotif  provinsi Zhejiang.

Dalam materi praktek bisnis Internasional Tiongkok peserta diberikan tentang peluang bisnis di Tiongkok yang masih sangat terbuka lebar bagi pengusaha Indonesia salah satunya adalah pasar buah-buahan tropik yang sangat diminati masyarakat Tiongkok.

22 pelajar yang mengikuti pelatihan tersebut adalah pelajar Indonesia yang sedang menimba ilmu di berbagai perguruan tinggi yang tersebar di Tiongkok antara lain dari Nanchang, Beijing, Nanning, Nanjing dan Tianjin.

Sulaiman, mahasiswa S2 asal Aceh jurusan Sejarah Tiongkok di Nanchang University mengungkapkan, sangat senang bisa mengikuti pelatihan tersebut karena bisa langsung belajar berbisnis dari orang Tiongkok asli dan tahu lebih jauh tentang prospek bisnis di Tiongkok dan bagaimana budaya serta prosedur berbisnis dengan masyarakat di Tiongkok, apalagi sekarang Tiongkok menjadi salah satu kekuatan ekonomi besar dunia serta banyak hal inspirasi ia dapat yang kelak bisa dikembangkan di Indonesia. (AS. Zuhri)

Sumber: http://dunia.rmol.co/read/2013/11/06/132154/22-Pelajar-Indonesia-Ikuti-Pelatihan-Bisnis-di-Kota-Jinhua-