Banyak Dokter “Lari” ke Luar Negeri

GUANGZHOU -? Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Taufan EN Rotorasiko mempertanyakan kebijakan prosedur lulusan Fakultas Kedokteran luar negeri yang akan praktik menjadi dokter di Indonesia.

Akibat prosedur yang rumit dan berbelit-belit, akhirnya banyak putra-putri Indonesia yang lulus menyandang gelar dokter dari perguruan tinggi di luar negeri tidak kembali ke Tanah Air.

Bahkan belakangan disinyalir banyak dokter di Indonesia yang ??lari?? memilih praktik di luar negeri. ??Kami akan bertanya kepada Menkes dan DPR RI yang membidangi masalah ini,?? kata Taufan menanggapi pertanyaan salah satu peserta Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) di Guangzhou, China, kemarin.

Di antara peserta LDK memang banyak mahasiswa fakultas kedokteran. Ada juga yang tengah mengambil program spesialis. Mereka menyampaikan berbagai keluhan dan unek-unek berkaitan prosedur yang rumit dan berbelit-belit setelah lulus menjadi dokter di China. ??Alasannya macam-macam. Karena dianggap kurikulumnya tidak sama, keahlainnya kurang dan macam-macam alasan. Kami ingin sekali pulang ke Tanah Air mengabdikan ilmu untuk menjadi dokter di Indonesia. Tapi karena proses yang rumit terpaksa banyak yang memilih menjadi dokter di China,?? tutur salah satu peserta LDK.

LDK yang berlangsung selama tiga hari dibuka Andy Ardiansyah Protocol Consular Affairs KJRI Guangzhou. Ketua Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok? Trisna Metta Widyani menjelaska, sebanyak 100 peserta dari 14 cabang se-China mendapat pembekalan dari Atase Militer KBRI Kolonel Heru Setio, Ketua Komisi II DPR RI Agun Gunandjar Sudarsa dan Ketua Umum DPP KNPI Umum DPP KNPI Taufan EN Rotorasiko . ??Peserta tidak tidur di hotel atau asrama, tetapi di tenda-tenda menyatu dengan alam,?? tutur Ketua Panitia Suryanto Aliejadi Lo.

Ajak Berpolitik

Taufan pada kesempatan itu didampingi Ketua Bidang Luar Negeri Maher Bayasut. Dalam ceramahnya dia mengajak para mahasiswa di China setelah lulus studinya segera kembali ke Indonesia

Untuk membangun bangsa. ??Potensi yang luar biasa pemuda Indonesia seperti kalian harus dimanfaatkan seoptimal mungkin,?? tutur pria kelahiran Kota Semarang itu.

Dia juga mengajak anggota PPI Tiongkok untuk jangan sungkan-sungkan terjun ke dunia politik. ??Gedung Senayan kantor DPR RI harus diisi oleh pemuda-pemuda yang baik. Kalau politik diisi orang orang tidak baik maka jadinya tidak baik. Sebaliknya polisi harus diisi orang-orang baik dan potensial untuk menghasilkan produk yang baik bagi kepentikan rakyat,?? tuturnya disambut tepuk tangan.

Para peserta yang duduk lesehan di lantai dengan tekun mengikuti dialog tersebut. Kepada para mahasiswa, Taufan juga menawarkan beasiswa pendidikan melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). ??Biasanya beasiswa diberikan kepada PNS dan dosen. Ini bisa diberikan kepada nonPNS dan nondosen,?? tuturnya. Beasiswa itu terbuka untuk S1,S2 maupun S3. Masyarakat bisa mengakses informasi melalui www.beasiswalpdp.org.

Kegiatan bertema ?Peran Aktif Para Pelajar Indonesia di Tiongkok Dalam Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan? bertujuan membekali semangat nasionalisme para pelajar di luar negeri.

Taufan mengingatkan, para pemuda perlu mempunyai sikap tiga sikap (3 MADA) yaitu mempunyai Karakter yang baik, jiwa Nasionalisme dan wirausaha. Dengan tiga Mada itu, dia merasa yakin Indonesia akan mampu mengejar ketertinggalan dengan Negara lain. (Agus Fathuddin Yusuf-)