Bincang-bincang Bersama Mari Pangestu

Senin, 18 November 2013

 

(Beijing, 10 November 2013) Di sela-sela kesibukan beliau, Ibu Mari Pangestu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) menyempatkan diri untuk berjumpa dengan perwakilan pelajar dari sejumlah organisasi di Beijing, yaitu PPI Tiongkok Pusat dan Cabang Beijing (PERMIT Beijing), Persekutuan Doa Katolik Beijing, Lingkar Pengajian Beijing dan Majalah Cabe Rawit.

 

Dengan gaya ramahnya yang khas, Ibu Mari berbagi cerita tentang kunjungan beliau ke Beijing kali ini. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman tentang kerjasama Pariwisata RI-RRT yang telah ditandatangani oleh beliau dan Wang Yi, Menteri Luar Negeri RRT tanggal 2 Oktober 2013, saat Presiden Xi Jinping berkunjung ke Jakarta.

 

Secara khusus, delegasi Kemenparekraf telah menyiapkan serangkaian program promosi ‘Welcome to Wonderful Indonesia’, yang dilakukan di 4 kota, yaitu Beijing, Jinan, Shanghai, dan Guangzhou. 

Salah satu program khusus adalah peluncuran website pariwisata Indonesia versi Mandarin: (http://cn.indonesia.travel) yang merupakan strategi Kemenparekraf untuk meningkatkan jumlah wisatawan Tiongkok yang berwisata ke Indonesia, dengan menawarkan destinasi yang lebih luas dan beragam selain Bali.

 

Salah satu isi Nota Kesepakatan itu adalah target 2 juta wisatawan antar dua negara pada tahun 2015. Ibu Mari ingin memanfaatkan momentum disahkannya UU Turisme baru di Tiongkok untuk mendorong laju wisatawan Tiongkok ke Indonesia.

 

Menurut data resmi tahun 2012, wisatawan Tiongkok yang berwisata ke luar negeri mencapai  83.2 juta dan diharapkan akan mencapai 100 juta di tahun 2015. Pada tahun 2020, Tiongkok akan menjadi negara dengan jumlah wisatawan terbanyak di dunia.

Di saat yang bersamaan, jumlah wisatawan Tiongkok yang mengunjungi Indonesia masih sangat sedikit. Untuk itu Ibu Mari berharap agar semua pihak, termasuk pelajar Indonesia, mau membantu mempromosikan pariwisata Indonesia ke masyarakat Tiongkok.

 

Sambil menikmati minuman hangat, Ibu Mari nampak antusias bertukar pikiran dengan para pelajar yang berbagi pemahaman mereka mengenai apa yang menjadi trend terbaru di kalangan muda-mudi Tiongkok. Sesekali beliau sambil tertawa-tawa mengeluarkan handphone-nya untuk mencatat masukan dari para pelajar yang hadir malam itu.

 

 

Saat mendengar beberapa pemaparan mengenai program PPI Tiongkok dalam mempromosikan Indonesia, seperti Pentas Seni Budaya di penutupan Olimpiade Ningbo dan Sayembara Menulis PPI Tiongkok, dengan cekatan beliau memberikan usulan-usulan substansi dan potensi kerjasama dengan Kemenparekraf yang disambut baik oleh perwakilan pelajar tersebut.

 

Sebelum berpamitan, Ibu Mari berpesan kepada para pelajar agar aktif berorganisasi supaya bisa secara strategis ikut mempromosikan Indonesia. Beliau bercerita, “Saya dulu juga aktif di PPI loh waktu (menuntut ilmu) di Amerika dan Australia. Banyak manfaat yang bisa kalian tarik dengan aktif di PPI.”

 

Selain itu, Ibu Mari juga mendorong agar para pelajar Indonesia di Tiongkok ikut berpartisipasi dalam PEMILU 2014 nanti. “Jangan golput. Kita sudah membayar mahal untuk demokrasi kita. PPI Tiongkok sebaiknya membuat acara yang ramai untuk menarik minat masyarakat memilih.” Beliau menceritakan pengalaman beliau saat tinggal di Shanghai, bersama-sama dengan pelajar setempat, membuat kegiatan menarik yang menyediakan sajian makanan Indonesia untuk menggaet para pemilih untuk mencoblos.

 

Ibu Mari juga berharap agar para pelajar Indonesia membantu memperkaya isi website pariwisata Indonesia yang baru diluncurkan tersebut dengan mengirim cerita-cerita pengalaman menarik berwisata di Indonesia, seperti tempat-tempat favorit, makanan yang mengundang selera dan cerita-cerita lucu, untuk dibaca oleh masyarakat Tiongkok. Beliau juga berharap agar terus ada kerjasama antara Kemenparekraf dan PPI Tiongkok serta organisasi pelajar lainnya sebagai duta bangsa di Tiongkok. (CS Tjhin)