Dubes RI: Pemuda Indonesia Harus Kuasai Jurus Lima Olah

Sabtu, 03 Mei 2014

 

Beijing (29/04/2014) – Dubes RI Soegeng Rahardjo menyampaikan bahwa seluruh komponen masyarakat Indonesia di Tiongkok dapat dan perlu memberikan sumbangsih bagi peningkatan hubungan bilateral RI-RRT, sesuai dengan keahlian dan profesi masing-masing. Secara khusus Dubes RI berpesan agar pemuda dan mahasiswa Indonesia melakukan lima olah, yakni olah rasa untuk meningkatkan iman; olah rasio untuk meningkatkan pengetahuan; olah raga untuk menjaga kesehatan; olah usaha agar kuat secara ekonomi; dan olah kinerja untuk meningkatkan produktivitas

Hal tersebut disampaikan Dubes RI kepada para peserta diskusi di KBRI Beijing, yang diberi judul Peran Pemuda dan Mahasiswa dalam Hubungan RI – RRT. Diskusi tersebut diikuti oleh sekitar 60 orang peserta yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa, komunitas diaspora Indonesia, media setempat, serta staf KBRI Beijing.

Hadir sebagai narasumber Eddy Prabowo, Dosen Program Studi Indonesia di Beijing Foreign Studies University; Iwan Sharief, Project Manager di BMW China; dan Tri Purnajaya, Direktur Kerja Sama Pendidikan dan Sosial Budaya di ASEAN-China Center.  Ketiga narasumber berbagi pengalaman mengenai upaya para pemuda dan mahasiswa di Tiongkok dalam pengembangan diri mereka masing-masing, yang pada akhirnya dapat memberikan sumbangsih besar bagi hubungan RI-RRT.

Eddy Prabowo menyampaikan bahwa mahasiswa Indonesia mempunyai kapasitas yang unggul dalam berkompetisi dengan mahasiswa setempat, utamanya dalam melakukan “problem-solving”. Iwan Sharief, yang juga aktif dalam jaringan diaspora Indonesia di Tiongkok, menambahkan bahwa para mahasiswa Indonesia harus mampu mengangkat rasa percaya diri mengingat potensi diri yang secara umum cukup baik.

Sementara itu, Tri Purnajaya menyampaikan bahwa WNI yang bekerja di organisasi internasional berada di posisi yang strategis untuk melakukan berbagai upaya guna lebih memajukan kepentingan nasional Indonesia di forum-forum antar-bangsa.

Para pemuda dan mahasiswa yang hadir pada merasakan bahwa kegiatan semacam ini bermanfaat dalam membahas permasalahan mengenai karir dan pekerjaan, yang sangat dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari. Melalui diskusi ini pula mereka merasa telah diberi bekal pemikiran mengenai hal-hal yang dapat dilakukan dalam memajukan kepentingan nasional Indonesia.

(Sumber: SD-KBRI Beijing)