Indonesia Ajak Masyarakat China Bermain Angklung

Selasa, 21 Mei 2013

 

BEIJING, KOMPAS.com–Perwakilan Pemerintah Indonesia di China dan Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok mengajak masyarakat China untuk bermain angklung bersama pada konser 10.000 angklung di Beijing, 2 Juni 2013.

Duta Besar RI Untuk China merangkap Mongolia Imron Cotan di Beijing, Selasa, mengatakan konser 10.000 angklung tersebut merupakan salah satu sarana  untuk lebih memperkenalkan budaya musik tradisional Indonesia.

“Alat musik angklung merupakan salah satu alat musik tradisional yang hanya dapat ditemui di Indonesia. Meski sederhana, namun jika dimainkan secara kolosal akan menghasilkan harmonisasi nada yang luar biasa,” katanya.

Imron menegaskan melalui konser 10.000 angklung tersebut, masyarakat China dapat lebih memahami budaya tradisional Indonesia, yang berujung pada terbangunnya saling pengertian dan pemahaman yang mendalam antarmasyarakat kedua negara.

“Pemahaman yang baik antarmasyarakat kedua negara mau tidak mau akan memperkokoh hubungan bilateral Indonesia-China yang telah berjalan sangat baik, dan terus mengalami peningkatan di segala bidang,” katanya.

Hal senada diungkapkan Ketua Umum PPIT Bondan Gunawan yang mengatakan Indonesia dan China telah memiliki hubungan sejarah yang panjang. “Jauh sebelum kedua negara memproklamirkan diri sebagai negara yang berdaulat, hubungan bangsa Indonesia dan China justru telah terjalin sejak lama,” katanya.

Budaya, lanjut dia, merupakan salah satu bentuk diplomasi yang tidak kalah penting bagi hubungan antarnegara, termasuk antara Indonesia dan China. Indnonesia dan China memiliki karakteristik yang sama yakni keragaman budaya.

“Indonesia memiliki sekitar 664 etnis, dan masing-masing etnis memiliki alat musik tradisionalnya sendiri, salah satunya angklung yang berasal dari Jawa Barat,” tutur Bondan.

Ia menambahkan, di antara sekian banyak alat musik tradisional Indonesia angklung merupakan alat musik yang dapat dimainkan secara massal, bahkan bisa oleh jutaan orang asal mengikuti gerak pimpinan musik agar dihasilkan musik atau lagu yang diiinginkan.

Terkait itu, PPIT dan Saung Mang Udjo serta perwakilan pemerintah Indonesia di China mengajak masyarakat China untuk bermain angklung bersama dalam konser 10.000 angklung mendatang.

Konser 10.000 angklung tersebut akan dicatatkan dalam Guiness Book of Record. Sebelumnya konser serupa digelar KBRI di Washington dengan 5.000 angklung.

Dalam konser yang akan digelar di Beijing, awal Juni mendatang akan dimainkan sekitar enam hingga tujuh lagu yang akrab dengan telinga masyarakat Indonesia dan China.

Sumber: Kompas.com, Selasa, 21 Mei 2013