Juara Lomba di Tiongkok

Kamis, 19 Desember 2013

 

JIANGXI – Lima anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok Cabang Nanchang menjuarai lomba foto dan esai. Mereka menjuarai dua lomba yang diselenggarakan oleh lembaga berbeda.

Empat orang mahasiswa Nanchang University (NCU), Agus Fathuddin Yusuf, Jufrizal, Fatquri Busyeri dan Nuwidiyanto menjadi juara dalam lomba foto. Sedangkan Bina Izzatu Dini dari Jiangxi Normal University menjuarai lomba esai.

Lomba foto

Meski belum menjadi juara favorit, foto karya keempat mahasiswa Indonesia ini berhasil menyisihkan 300 foto lainnya dari karya mahasiswa dan pekerja profesional asing di seluruh Provinsi Jiangxi. Mereka mendapat predikat “The Honorable Mention” serta memboyong  piagam penghargaan, plakat dan kenang-kenangan. Hadiah tersebut diserahkan pada pameran pemenang di Art Gallery Center kota Nanchang, belum lama ini. Tidak hanya itu, foto karya mereka juga ditampilkan dalam  buku Collection of Award – Winning theme works of Perceiving The Chinese Dreams – Jiangxi in Eyes of Foreigners.

Lomba foto ini diselenggarakan oleh Foreign Affairs and Overseas Chinese Office Jiangxi Province dan Department of Education of Jiangxi Province. Mengusung tajuk “Perceiving The Chinese Dreams – Jiangxi in Eyes of Foreigners”, perlombaan ini mengajak para penduduk asing di Provinsi Jiangxi untuk mengabadikan momen kehidupan sehari-hari dalam bingkai foto.

Juara pertama dalam lomba ini adalah Andrea Contrevida. Dosen di Jiangxi Science and Technology Normal University  itu menjadi pemenang lewat foto berjudul “Sanqing Mountain”.

Agus Fathuddin Yusuf mengajukan foto berjudul “Hardworking”. Mahasiswa S-2 jurusan Jurnalistik Nanchang University tersebut memotret di di pegunungan Meiling, Nanchang. Jufrizal, yang juga mahasiswa S-2 jurusan Jurnalistik, menampilkan foto berjudul “Sunset Above Qianhu Lake”. Sementara itu, Fatquri Busyeri, mahasiswa jurusan Religion Studies menampilkan foto berjudul “Moslem in China” dan Nurwidiyanto, mahasiswa jurusan Applied Mathematic, menampilkan foto berjudul “Companions”.

Juara Esai

Prestasi lainnya diraih Bina Izzatu Dini. Dia memenangi “China Experience Essay Competition”. Kompetisi esai antarmahasiswa asing di China itu diselenggarakan oleh China’s University and CollegeAdmission System (CUCAS), sebuah website terkemuka di China yang melayani kebutuhan informasi dan administrasi akademis bagi mahasiswa asing yang akan studi di China.

Dalam esainya “Seek for Knowledge Even if You Have to Go to China for It,” Bina bercerita tentang pengalaman tahun pertama menempuh studi di China. Selain bercerita tentang motivasinya menempuh studi ke China, dia juga melukiskan berbagai kesulitan dalam belajar bahasa Mandarin dan berbagai goncangan budaya yang dia temui. Meskipun begitu, dalam esainya Bina menegaskan, segala sesuatu bisa dihadapi dan diatasi dengan belajar dan berusaha keras.

Saat pengumuman pemenang lomba 19 Desember lalu, Bina tak menyangka bisa menjuarai kompetisi itu. Sebenarnya, dia hampir batal mengikuti kompetisi lantaran jadwal kuliahnya sangat padat, sehingga waktu untuk menulis sangat sempit. Untuk menyelesaikan esai itu, dia harus rela bangun jam 03.00 pagi khusus untuk menulis.

Mahasiswa semester pertama di  jurusan S1 Sastra China, Jiangxi Normal University, Nanchang ini memang terbiasa menulis sejak usia SD. Awalnya sekedar menulis buku harian dan cerpen. Dia lalu mulai membuat blog. Saat SMP, Bina pernah mewakili sekolahnya mengikuti lomba blog tingkat nasional, meski belum menjadi pemenang. Oleh karena itu, kemenangannya kali ini benar-benar menjadi kejutan baginya mengingat dia harus bersaing dengan mahasiswa asing dari berbagai negara.

Oleh karena itu, Bina berpesan bagi segenap mahasiswa yang punya minat menulis agar tak takut dan ragu mengeksplorasi bakatnya. Apalagi bagi mahasiswa yang tengah menempuh studi di luar negeri, pengalaman mereka sangat penting untuk dituliskan sehingga bisa menjadi ilmu.

“Tentu, ilmu akan memberi lebih banyak manfaat bagi orang banyak dari sekedar pengetahuan dan pengalaman pribadi. Selain itu, saya juga berpesan agar mahasiswa Indonesia tak perlu merasa minder dan rendah diri di depan mahasiswa dari negara lain. Jika kita belajar dan berusaha dengan baik, pada dasarnya kita sejajar dengan para mahasiswa dari negara-negara maju sekalipun,” ujar Bina.

Berita kiriman:

Rifqi Hasibuan

Mahasiswa S-2 Jiangxi Normal University

Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok Cabang Nanchang Periode 2013-2014

 

Link berita: http://kampus.okezone.com/read/2013/12/23/373/916121/kuliah-berprestasi-di-china