Keliling untuk Melayani

Jumat, 26 Juli 2013

 

“Kami memulai program baru yakni keliling ke kantong-kantong WNI untuk mensosialisasikan tentang kekonsuleran, imigrasi dan informasi seputar pendidikan dan sebagainya yang dilaksanakan oleh tim terpadu yang terdiri dari staf Bidang kekonsuleran, Imigrasi dan atase pendidikan” Demikian ungkap Deputy Chief of Mission atau Wakil Perwakilan RI untuk China merangkap Mongolia Wisnu Edi Pratignyo dalam pembukaan diskusi dan sosialisasi dengan mahasiswa Indonesia di kota Nanchang provinsi Jiangxi, China, Jumat (19/7).

Acara yang bertempat di Nanchang University tersebut juga dihadiri oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk China Chaerun Anwar, Sekretaris bidang kekonsuleran Dian Havid, PBU Imigrasi Deddy Setiawan dan staf protokoler Yulianto dan staf Imigrasi Wahyu Juda.

Diskusi yang dimulai pagi tersebut membahas banyak hal antara lain terkait dengan keimigrasian, kewarganegaraan, visa kerja, perkawinan campur dan pendidikan di China. Wisnu Edi Pratignyo menambahkan program yang dimulai dari kota Nanchang ini akan terus dilanjutkan karena KBRI Beijing ingin melayani WNI lebih dekat dan menjemput bola. Pria yang baru menjabat sekitar 7 bulan tersebut terlihat sangat bersemangat menjawab pertanyaan mahasiswa yang aktif bertanya tentang materi-materi yang berkaitan dengan tema diskusi tersebut.

Chaerun Anwar selaku atase pendidikan dan kebudayaan mengatakan tahun 2013 ini dari data yang masuk ada 11.270 pelamar beasiswa ke China sementara data diterima atau tidaknya pelamar belum ada karena pengumuman aplikasi yang diterima baru selesai 31 Juli di seluruh China.

Ia juga memberi beberapa tips dan trik supaya aplikasi pelamar beasiswa diterima seperti Jurusan yang dipilih harus sesuai, dokumen yang lengkap disertai paspor, surat rekomendasi yang simpel dan langsung ke substansi, latar belakang kampus di Indonesia harus jelas seperti harus punya alamat website karena akan di cek oleh mereka dan terakhir kuota beasiswa yang diberikan untuk S1 15%, S2 40% dan S3 45%. Tahun 2012 dari sekitar 8000 pendaftar yang diterima sebanyak 206 pelamar.

Sedangkan pembicara yang lain yakni Dian Havid dan Deddy Setiawan membahas tentang hal-hal yang berkaitan dengan kewarganegaraan seperti bagamaina prosedur mencari kerja di China, pernikahan dengan warga lokal maupun dengan orang asing, bantuan hukum jika ada masalah yang terkait dengan hukum, prosedur jika misalnya kehilangan atau perpanjangan paspor serta daftar lapor diri dan lapor pulang melalui online di situs www.lapordiriwni.cn.

Diskusi yang dipandu oleh Ahmad Syaifuddin Zuhri Mahasiswa S2 Jurusan Hubungan Internasional Nanchang University sekaligus Wakil Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) China dan dihadiri oleh mahasiswa Indonesia yang belajar di Nanchang University, Jiangxi Normal University dan Jiangxi Agriculture University tersebut ditutup setelah buka puasa dan makan malam bersama.

“Kami sangat apresiasi dan sangat berterimakasih kepada para pembicara yang datang jauh dari Beijing dan memberi banyak informasi yang sangat bermanfaat bagi kami semuanya apalagi ini adalah acara baru pertama kali diadakan” komentar Riyanto mahasiswa S2 Pertanian Jiangxi Agriculture University sekaligus pengurus PPI China cabang Nanchang. (Zuhri)