Pesta Demokrasi dan Donor Darah

Sabtu, 05 April 2014

 

Harbin, Minggu (30/3/2014), Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok cabang Harbin melangsungkan kegiatan satu hari bertemakan Pemilu 2014 dan Sosialisasi Donor Darah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengkoordinir seluruh warga negara Indonesia di Harbin untuk secara bersama-sama melaksanakan Pemilihan Umum Legistalif 2014.

Ketua PPIT cabang Harbin, Bagus Bhirawa Putra menjelaskan untuk Pemilu di Harbin menggunakan sistem distribusi surat suara melalui pos. Pendistribusian surat suara di Harbin ini merupakan kerja sama PPLN Beijing dengan PPIT Harbin. Surat suara dikirimkan ke alamat sekretariat PPIT Harbin yang kemudian didistribusikan langsung ke pemilih.

Satu tujuan, Dua manfaat

Acara yang berlangsung selama kurang lebih setengah hari ini dimulai terlebih dahulu dengan sosialisasi dan berbagi pengalaman tentang kegiatan donor darah yang di mediasi oleh divisi sosial, seni & budaya, bertujuan untuk mengajak dan memberikan informasi yang komprehensif tentang manfaat dari donor darah, serta ingin menjadikan kegiatan donor darah sebagai salah satu program rutin di PPIT-Harbin.

Sebanyak 25 pemilih dalam pemilihan umum legislatif yang untuk pertama kalinya dilaksanakan di Harbin ini terlihat sangat antusias untuk menyalurkan suara mereka, sebagian besar dari mereka adalah pemilih pemula. Dalam upaya membimbing para pemilih pemula ini melaksanakan Pemilu pertama mereka, terlebih dahulu dipresentasikan tentang manfaat dari pelaksanaan Pemilu, hak dan kewajiban konstituen serta tata cara Pemilu oleh divisi pendidikan & penelitian.

Setetes Darah Untuk Sesama

Tepat hari Sabtu (5/4) seminggu setelah sosialisasi donor darah dilakukan, pengurus PPIT-Harbin akhirnya mengadakan realisasi donor darah bersama untuk yang pertama kalinya. Tidak lain kegiatan donor darah ini adalah sebagai wujud kepedulian sosial pelajar Indonesia di Harbin dan juga perwujudan donor darah sebagai bagian gaya hidup yang merupakanmoto PMI dan bukti bahwa pada dasarnya cukup relevan untuk direalisasikan di mana saja kita berada.

Indra Putra Salim selaku ketua pelaksana menuturkan jumlah pendonor darah yang berpartisipasi masih di bawah target panitia, namun antusiasme dari peserta cukup besar. Hal ini terlihat dari tepatnya waktu kehadiran di lokasi kegiatan donor darah, meskipun sebagian besar diantara mereka baru pertama kali mendonorkan darahnya. Indra menjelaskan bahwa persyaratan untuk donor darah di Indonesia dan Tiongkok tidak terlalu berbeda. Perbedaan yang ada hanyalah pada batas umur minimum pendonor yaitu 17 tahun di Indonesia, sedangkan di Tiongkok adalah 18 tahun, serta di Tiongkok kegiatan donor darah ini langsung berada di bawah koordinasi kementerian kesehatan, bukan oleh badan seperti PMI di Indonesia.

Pengisian formulir, penimbangan berat badan, pengecekan tekanan darah dan pemeriksaan kesehatan adalah proses yang harus dilalui oleh peserta sebelum mendonorkan darah. Febrian Halmi, salah satu peserta donor darah yang berasal dari Jakarta mengakui petugas palang merah yang melayani pendonor sangat ramah dan terlihat profesional, hal ini tentunya membuat pendonor merasa nyaman. Ditengah-tengah jalannya kegiatan donor darah, sesekali peserta berguyon dan juga saling mengabadikan momen pengambilan darah dengan ponselnya masing-masing, sehingga menjadikan suasana menjadi cair dan santai, mengurangi rasa tegang terutama bagi teman-teman yang baru pertama kali mendonorkan darahnya.

Dalam upaya menarik minat masyarakat untuk mendonorkan darahnya, pemerintah Tiongkok memberikan stimulus berupa hadiah yang terbilang cukup mewah. Mesin pembuatyoghurt, peralatan memasak, dan peralatan piknik adalah beberapa dari hadiah yang dapat dipilih oleh pendonor, hal ini sangat mengejutkan bagi para peserta, karena hal seperti ini belum pernah ditemui di Indonesia. Selain itu peserta juga diberikan sebuah buku kecil sebagai bukti bahwa yang bersangkutan telah sukses melakukan donor darah, dan disarankan untuk kembali mendonorkan darah setelah enam bulan.

Indra menyatakan puas dan berterimakasih kepada teman-teman yang turut berpartisipasi karena mereka adalah pelopor aksi donor darah PPIT Harbin dan diharapkan kedepannya jumlah peserta bertambah. Akhir kata penulis memberikan perumpamaan, apabila anda menyumbang uang maka anda menyumbang makanan dan apabila anda menyumbang darah maka anda menyumbang kehidupan. Mari bersama kita jadikan donor darah sebagai gaya hidup di masa sekarang!

Kontributor: Felicia Putri Hernat (Mahasiswi S2 – Jurusan Kimia Analisis – Harbin Normal University) dan Indra Putra Salim (Teknik Sipil – S1) Harbin Institute of Technology