PPI Tiongkok Teken Kerjasama dengan Garuda Indonesia

Jumat, 16 Mei 2014

 

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan maskapai nasional Garuda Indonesia. Penandatanganan tersebut dilakukan di sela-sela acara Dialog Nasional dalam Kongres III PPI Tiongkok pada Senin (12/5) kemarin di Wisma KJRI Shanghai oleh Ketua Umum PPI Tiongkok terpilih periode 2014-2015 Danny Wahyudi dan I Wayan Subagia selaku VP Garuda Indonesia wilayah Tiongkok, Taiwan dan Hongkong.

Dialog Nasional yang bertema “Peran Pelajar Memperkokoh Kepemimpinan Baru dalam Mengisi Kemitraan Strategis Komprehensif RI-RRT” tersebut dibuka oleh Konsul Jenderal KJRI Shanghai Kenssy D. Ekaningsih di sela Kongres III Shanghai.

Dengan narasumber Santo Darmosumarto selaku Kepala Bidang Penerangan Sosial Budaya KBRI Beijing dan I Wayan Subagia selaku VP Garuda Indonesia wilayah Tiongkok, Taiwan dan Hongkong, dan bertindak sebagai moderator Ahmad Syaifuddin Zuhri selaku Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Demisioner.

Konjen Kenssy dalam sambutan pembukaan mengatakan bahwa peran pelajar Indonesia sangat penting dalam hubungan RI-RRT, terlebih hubungan yang bersifat people to people contact karena dari situlah hubungan yang bersifat akar rumput berasal.

Selain itu pelajar Indonesia adalah wakil dari pemerintah RI dalam mengenalkan budaya Indonesia secara langsung ke masyarakat Tiongkok, diharapkan dari hubungan yang baik tersebut bisa memberi pemahaman kepada masyarakat Tiongkok bahwa Indonesia tidak seperti apa yang diberitakan oleh beberapa media disana tentang kasus 1998 yang menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan sebagian masyarakat bahkan akademisi di Tiongkok sampai sekarang.

Ia berharap dengan adanya PPI Tiongkok, para pelajar bisa saling bahu membahu dengan KBRI, KJRI dan stakeholder lainnya dalam mengenalkan Indonesia disana, imbuh Konjen yang asli Yogyakarta tersebut.

Sementara Santo Darmosumarto mengatakan bahwa pelajar Indonesia di Tiongkok yang makin hari makin banyak adalah menjadi keuntungan dan tantangan tersendiri bagi KBRI karena bisa menjadi mitra atau duta di lapangan. Hal itu tentunya mendukung salah satu tugas KBRI yaitu pembinaan mahasiswa dalam upaya pemberdayaan, promosi, pembelajaran dan perlindungan.

Ia juga menerangkan tentang perkembangan hubungan dari sisi pemerintah RI-RRT yang mencapai level tertinggi yakni Kemitraan Strategis Komprehensif yang ditanda tangani pada 2013 lalu, dimana kerjasama tersebut merupakan satu-satunya kerjasama bilateral Indonesia dengan negara asing.

Pembicara lainnya, I Wayan Subagia mengatakan sangat berbahagia bisa bekerjasama dengan PPI Tiongkok apalagi dengan misi yang sama yakni membawa dan mempromosikan Indonesia di Tiongkok.

Ia berharap dengan kerjasama tersebut semakin bisa saling sinergi dalam mensukseskan program pemerintah yang mentargetkan 3 juta wisatawan Tiongkok datang ke Indonesia tahun 2015. Dengan banyaknya wisatawan yang datang maka akan meningkatkan pembangunan Indonesia, tambah pria yang sebelumnya bertugas di wilayah Thailand tersebut.

MoU antara PPI Tiongkok dan Garuda Indonesia adalah momen yang sangat bersejarah dan kerjasama pertama yang dilakukan PPI Tiongkok. sebelum ditandatangani, draf kerjasama tersebut dibahas cukup matang oleh peserta Kongres III dan diharapkan kedepan kerjasama tersebut bisa menjadi contoh bagi PPI Tiongkok yang akan bekerjasama dengan institusi atau pihak swasta lainnya.

Salah satu poin dalam kerjasama tersebut adalah Kerjasama dalam mempromosikan Indonesia dan Garuda Indonesia dalam berbagai bentuk kegiatan baik yang bersifat kultural, edukasi dan sosial di seluruh wilayah daratan Tiongkok. Dalam jangka menengah dan jangka panjang bekerjasama untuk mengembangkan sektor industri pariwisata Indonesia untuk pasar Tiongkok dan PPI Tiongkok akan menjadi mitra utama Garuda Indonesia wilayah Tiongkok dalam mempromosikan Indonesia dan Garuda Indonesia di Tiongkok.

Dari poin-poin MoU tersebut akan diterjemahkan dalam tataran teknis dalam plan of action (PoA)  Oleh kedua belah pihak. (Ahmad Syaifuddin Zuhri)