Satu Tahun PPI Tiongkok: Satu Kekuatan, Satu Nasionalisme dan Satu Harapan

Senin, 28 Oktober 2013

 

“ Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan”

Pepatah Arab itu tentunya merupakan cerminan harapan dari para pemuda. Tanggal 28 Oktober, dalam kalender sejarah bangsa Indonesia adalah peristiwa yang sangat penting sebelum diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia, peristiwa inilah yang dikenal dengan Sumpah Pemuda, sebuah sumpah yang dikumandangkan oleh para pemuda masa itu yang terdiri dari berbagai macam latar belakang organisasi.

Ada Jong Java, Jong Sumatera, Jong Celebes dan lain lain. Mereka melepas semua atribut yang melekat untuk bersama bersumpah dalam sebuah acara Kongres Pemuda dan melahirkan Sumpah Pemuda,  yaitu Bertanah Air Satu Tanah Air Indonesia, Berbangsa Satu Bangsa Indonesia, dan Berbahasa Persatuan yang Satu Bahasa Indonesia.

Sumpah Pemuda adalah bukti otentik bahwa tanggal 28 Oktober 1928 bangsa Indonesia dilahirkan. Oleh karena itu sudah seharusnya segenap rakyat Indonesia memperingati momentum 28 Oktober sebagai hari lahirnya bangsa Indonesia. Proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis pada saat itu, tekad inilah yang menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya 17 tahun kemudian yaitu pada 17 Agustus 1945.

Sebuah gerakan yang bervisi luar biasa hingga menginspirasi perjuangan pemuda dan bangsa sampai sekarang.

Semangat itulah yang mendorong pada tanggal 28 Oktober 2012 para pelajar Indonesia yang sedang belajar di negeri Tiongkok bersatu dalam Kongres Pelajar Indonesia di Tiongkok dan mendeklarasikan organisasi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok yang bertempat di KBRI Beijing.

Tiongkok, yang sekarang menjadi pusat pertumbuhan dan perhatian dunia khususnya dalam pembangunan dan ekonomi adalah Negara yang mempunyai sejarah budaya tua di dunia. Dan secara geografis negeri ini pun jarak antar satu kota dengan lainnya bisa dikatakan sangat berjauhan sehingga membutuhkan puluhan jam jika dilalui dengan moda transportasi darat khususnya kereta api.

Tetapi itu tidak menyurutkan semangat pelajar Indonesia yang berada di Tiongkok untuk bersama menyatukan visi mendirikan PPI Tiongkok.

PPI Tiongkok terdiri dari berbagai organisasi pelajar di Tiongkok yang sebelumnya sudah ada yakni Permit Beijing, Permit Shanghai, Famig Guangzhou, Permic Xiamen dan lain lain.

Organisasi yang beranggotakan mulai dari pelajar tingkat SMA sampai level Doktoral tersebut membawahi 18 cabang daerah atau kota-kota di Tiongkok yang terdapat pelajar Indonesia disana, ada Beijing, Suzhou, Nanning, Nanjing, Guilin, Wuhan, Nanchang, Hangzhou, Guangzhou, Xiamen, Shanghai, Kunming, Changsa, Haikou, Hefei, Tianjin, Harbin dan Ningbo.

Sebelum berdirinya PPI Tiongkok, sebagian pelajar-pelajar tersebut mendirikan organisasi di daerah masing-masing, sekarang mereka semua melebur menjadi satu menjadi PPI Tiongkok demi mengharumkan nama bangsa di negeri Tirai Bambu tersebut.

Latar belakang yang berbeda-beda baik dari etnis, agama, maupun golongan justru mempererat ikatan mereka untuk terus semangat mengenalkan budaya luhur bangsa Indonesia kepada warga Tiongkok maupun masyarakat asing lainnya.

Kongres tersebut juga memilih ketua PPI Tiongkok untuk pertama kalinya yaitu Trisna Metta mahasiswa S2 Hubungan Internasional di Xiamen University. Dari perjalanan kepemimpinannya menghasilkan banyak sekali program antara lain Latihan Dasar Kepemimpinan di Guangzhou yang diikuti sekitar 100 mahasiswa Indonesia dan Simposium Nasional Jiayou Indonesia di Beijing yang mendatangkan tidak hanya mahasiswa Indonesia tapi juga mahasiswa asing lainnya.

Semangat nasionalisme pelajar Indonesia masa ini mulai ditumbuhkan dengan salah satu kebijakannya yakni Batik Day setiap hari Jumat bagi seluruh mahasiswa Indonesia di Tiongkok. Hampir di tiap cabang juga dilaksanakan acara-acara yang mengusung tema tentang pengenalan budaya Indonesia seperti Indonesian Culture Festival, Indonesian Food Festival dan masih banyak lagi.

Masa kepemimpinan Trisna Metta berakhir di bulan Juni 2013, walaupun dalam periode waktunya tidak genap satu tahun karena memang sebelumnya disepakati dalam Kongres Pertama tapi banyak hal yang dilakukan oleh kepengurusannya dalam mengenalkan PPI Tiongkok sebagai organisasi baru ke pihak luar dan pelajar Indonesia di Tiongkok.

Setelah masa kepemimpinan Trisna Metta berakhir maka dilanjutkan oleh Andrew Jaumil mahasiswa Ningbo University yang terpilih dalam Kongres II PPI Tiongkok 15-16 Juni  2013 di Guangzhou sebagai Ketua Umum PPI Tiongkok periode 2013-2014.

Dalam periode baru ini Andrew Jaumil membuat program untuk lebih mensolidkan dan konsolidasi organisasi secara internal karena semakin banyaknya pelajar Indonesia belajar di Tiongkok.

Dari data Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Beijing per juli 2013, pelajar Indonesia di Tiongkok sebanyak 13.114 orang meningkat hampir 3 ribu lebih dari tahun sebelumnya yang berjumlah 9.535 orang. Tentunya ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi PPI Tiongkok yang baru berumur satu tahun pada hari ini.

Tantangan

Usia satu tahun ibarat manusia adalah bayi yang sedang belajar berjalan dan berbicara. PPI Tiongkok sebagai organisasi baru tentunya butuh banyak belajar dan bimbingan dalam berjalan dan berbicara hingga nantinya bisa memberikan kontribusi pada Negara. Satu tahun berjalan masih jauh dari kata sempurna, tapi usaha dan proses untuk itu terus dilakukan tanpa kenal lelah.

Sebagai pelajar yang belajar di luar negeri tentunya tantangan dan ujian berbeda dengan belajar di tanah air, di tengah tantangan itu, para pelajar tersebut menyatukan kekuatan  dan kemauan bersama dengan dilandasi semangat nasionalisme perjuangan bangsa Indonesia berusaha untuk  menyeimbangkannya.

Perjuangan yang masih panjang untuk selalu bersama dalam satu kekuatan untuk mewujudkan organisasi yang lebih baik dan bisa memberi manfaat tidak hanya bagi anggotanya tapi juga bagi bangsa Indonesia tercinta. serta selalu berharap akan Indonesia kelak semakin lebih baik dalam segala hal.

Dan semoga nantinya ada pemimpin bangsa ini yang lahir dari rahim PPI Tiongkok. Karena pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan.

Selamat Hari Sumpah Pemuda dan Selamat Ulang Tahun yang Pertama PPI Tiongkok, semoga semakin maju dan bermanfaat bagi semua.