Sholat Id di KBRI Beijing: Tiga Pilar Umat Muslim

Jumat, 09 Agustus 2013

 

Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar…gema takbir berkumandang terus menerus sebelum sholat Id dimulai pada pagi hari Kamis 8 Agustus kemarin di halaman KBRI Beijing.

Hari tersebut adalah hari kemenangan setelah sebulan lamanya menjalankan puasa ramadhan bagi umat muslim, acara yang dihelat khusus oleh panitia PHBI KBRI Beijing tersebut dilaksanakan di halaman KBRI Beijing dan dihadiri sekitar 100an orang.

Acara yang dimulai pukul 8 pagi waktu Beijing tersebut bertindak sebagai imam dan khotib dalam sholat Id adalah Ustad Sobri yang datang langsung dari Sleman Yogyakarta, di deretan jamaah terdapat wakil kepala perwakilan RI untuk China dan Mongolia Wisnu Edi Pratignyo, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Chaerun Anwar, Atase Militer Kolonel Heru, Wakil Ketua PPI Tiongkok Ahmad Syaifuddin Zuhri dan para pegawai dan keluarga di lingkungan KBRI Beijing lainnnya serta mahasiswa dan masyarakat muslim yang tinggal di Beijing dan sekitarnya.

Dalam khutbahnya Ustad Sobri berpesan kepada jamaah tentang pentingnya menjaga pilar-pilar dasar dalam islam yakni Sholat dan Zakat, sholat adalah perintah wajib yang menjadi peletak dasar bagaimana kualitas keimanan seseorang, maka dalam satu keluarga tidaklah dikatakan keluarga muslim jika dalam keluarga tersebut tidak mendidik dan mengajarkan kepada anak-anaknya akan pentingnya sholat.

Pilar berikutnya  adalah Zakat, zakat adalah ibadah yang dalam al Quran disebutkan selalu beriringan dengan Sholat, kenapa? Karena sholat dan zakat adalah dua ibadah utama saling melengkapi yang tidak bisa dipisahkan, sholat adalah ibadah ruhaniyah yakni interaksi langsung antara manusia dengan sang Khalik dan zakat adalah ibadah immariyah, ibadah yang menekankan hubungan manusia dengan manusia lainnya atau sosial, kedua ibadah ini adalah perintah wajib dalam islam yang harus dijalankan.

Setelah dua ibadah tersebut dijalankan maka tugas muslim lainnya yaitu amar makruf nahi munkar atau dalam kata lain yakni dakwah, mengajak sesama muslim untuk selalu berbuat kebaikan dan tidak cukup hanya berceramah tapi bertindak langsung, dan menjauhi hal-hal yang bersifat keburukan, tiga poin tersebut adalah modal dasar bagi seorang muslim dalam meningkatkan kualitas keimanannya.

Ia juga menambahkan masyarakat muslim Indonesia yang hidup di luar negeri mempunyai tantangan-tantangan yang berbeda dengan muslim di tanah air hal inilah peran agama sangat penting menjadi pedoman untuk selalu ingat akanNya dalam keseharian, walau berat tapi jangan sampai lupa akan kewajiban sebagai seorang muslim untuk selalu menjaga perilaku keislamannya.

Usai sholat Id dilaksanakan para jamaah langsung melakukan Halal Bi Halal dan ramah tamah serta makan pagi bersama di halaman samping KBRI, menu masakan khas Indonesia tersaji  cukup banyak antara lain Rendang, Ayam Goreng, Soto Ayam, Gado-gado dan banyak lagi yang disiapkan khusus oleh ibu-ibu KBRI membuat banyak jamaah betah dan teringat akan tanah air.

“Kami datang langsung dari Nanchang beserta sepuluh orang teman-teman lainnya naik kereta api 18 jam untuk bisa mengikuti sholat Id dan Halal bi Halal di KBRI ini, karena ini adalah hari spesial dan kami baru pertama kali merayakan lebaran di China dan juga ingin berkumpul langsung dengan masyarakat Indonesia lainnya disini sebagai pengobat rindu kami yang tidak mudik ke tanah air” ujar Nurwidianto Mahasiswa asal Kendal Jawa Tengah yang kuliah S2 Jurusan Matematika di Nanchang University kota Nanchang Propinsi Jiangxi yang jaraknya lebih dari 1000 km dari Beijing. Hal senada juga dikatakan oleh Bagus Bhirawa mahasiswa S3 di Harbin University di kota Harbin Propinsi Heilongjiang yang jaraknya sekitar 800 km dari Beijing. (Ahmad Syaifuddin Zuhri)