Tips Bagi Pelajar yang akan Berangkat Belajar di China

Kamis, 22 Agustus 2013

 

Anda ingin berangkat studi ke China? bingung apa aja yang harus disiapkan? Bingung kalau sampai disana langkah awal apa yang perlu dilakukan atau bingung kesana kemari mencoba mencari info, coba simak tips persiapan sebelum berangkat berikut:

Musim

  • Terdapat 4 Musim di China yakni musim gugur (September-November), musim dingin (Desember-Februari), musim semi (Maret-Mei) musim panas (Juni-Agustus)
  • Secara normal siklus tersebut berjalan seperti diatas tapi juga tergantung daerahnya, China secara geografis biasa dibagi menjadi dua bagian yaitu China Utara dan Selatan, Utara seperti Beijing, Tianjin, Harbin dll. Selatan seperti Guangzhou, Shanghai, Chongqing dll. Daerah selatan  waktu musim panasnya lebih panjang dan suhunya bisa sampai 40 deracat Celcius sedangkan utara musim panasnya lebih pendek dengan kisaran suhunya 20-30an derajat Celcius (untuk detail geografis bisa dilihat di peta China).
  • Musim dingin di China utara bisa sampai minus 30 derajat Celcius sedangkan di selatan sampai minus 10 derajat celcius dengan angin kencang yang kering.
  • Musim juga sangat mempengaruhi kalender akademik. Liburan panjang akademik biasanya terletak di musim panas dan musim dingin, sedang awal perkuliahan baru dimulai di bulan september.

Pakaian

  • Karena siklus musim di China berlangsung cukup cepat menyebabkan pergantian dan kebutuhan pakaian yang sesuai juga ikut berlangsung cepat, usahakan membawa pakaian dari Indonesia secukupnya misalnya jaket sehari-hari, celana training, jeans dan kaos atau atasan seperlunya.
  • Ketika datang pertama kali di bulan september sudah masuk musim gugur dengan suhu relatif cukup dingin maka siapkan jaket dan celana panjang atau training, untuk kebutuhan pakaian musim dingin jangan membawa dari Indonesia karena selain merepotkan untuk membawa, pakaian tersebut di Indonesia juga lebih mahal harganya.
  • Untuk kebutuhan pakaian lebih baik beli di China karena koleksi dan model juga cukup banyak sesuai dengan musim yang ada dan dengan kualitas juga lumayan tergantung harga.
  • Bawa pakaian nasional batik dan tradisional seperti pakaian adat jawa atau adat sunda dan sebagainya untuk dipakai dalam acara pertukaran budaya, biasanya tiap akhir tahun atau bulan desember di kampus-kampus diselenggarakan acara festival seni budaya mahasiswa mulai dari tingkat fakultas sampai universitas.
  • Bagi yang muslim khususnya perempuan bawa pakaian yang cukup terutama jilbab dan pakaian lengan panjang dan jangan lupa membawa perlengkapan ibadah lengkap.
  • Bawa sepatu secukupnya karena biar tidak repot selain itu di China juga cukup murah dan banyak sekali koleksinya sesuai dengan musim yang berjalan.

Kosmetik dan Obat-obatan

  • Musim gugur dan dingin di China biasanya diiringi angin kencang yang cukup kering hingga menyebabkan kulit dan bibir terasa kering, karena sangat kering bisa menyebabkan kulit bila bergesekan dengan sesuatu yang keras dan kasar bisa sampai lecet, untuk mengurangi keringnya kulit biasanya memakai pelembab kulit dan pelembab bibir tapi usahakan jangan memakai produk dari Indonesia karena tidak mengurangi efek kering kulit dan memang peruntukannya beda karena produk Indonesia untuk daerah tropis, lebih baik beli di China ketika musim dingin tiba banyak dijual di swalayan atau toko-toko.
  • Bawa obat-obatan seperti obat sakit kepala, obat sakit gigi, obat masuk angin, kayu putih, balsem, obat batuk pilek, obat gatal, obat diare, hand sanitizer dan tambahan obat bila mempunyai riwayat penyakit tertentu. Karena jika memakai obat China belum tentu cocok dan tidak tahu namanya.
  • Bawa kosmetik secukupnya karena di China kosmetik dari Indonesia tidak cocok digunakan  dikarenakan perbedaan iklim antara tropis dan subtropis.

Cinderamata

  • Bawa cinderamata khas Indonesia seperti gantungan kunci, emblem merah putih atau logo garuda dll untuk diberikan ke teman China atau asing lain nantinya.
  • Siapkan juga cinderamata khusus seperti pakaian batik atau sekiranya yang layak untuk di berikan kepada dosen atau orang yang dianggap penting.
  • Jangan lupa bawa bendera merah putih kecil dan besar untuk dipakai ketika ada acara pertukaran budaya atau acara penting lainnya.

Makanan

  • Bawa mie instan, abon, sarden, terasi (bagi yang suka sambal dan jangan lupa bawa cobek sendiri), kecap, bumbu instan dll yang sekiranya diperlukan untuk antisipasi awal adaptasi makanan China yang rasanya bagi kita memang rada aneh.
  • Bagi yang muslim, makanan diatas jangan sampai lupa karena kebanyakan masakan di China selain di kantin atau restoran muslim, mayoritas memakai bahan yang dilarang dalam ajaran islam.
  • Biasanya di kampus-kampus besar di China terdapat kantin halal yang dikelola oleh warga muslim China suku Hui atau Xinjiang.
  • Bawa minuman instan sachet seperti jahe, kopi atau teh dan sebagaianya.
  • Bawa makanan seperti roti tawar atau yang sekiranya bisa mengisi perut untuk dikonsumsi selama dalam masa perjalanan.

Lain-lain

  • Bila Anda ingin membawa uang saku tambahan, bawalah dalam bentuk mata uang US Dollar atau RMB (Renminbi atau biasa disebut Yuan). Karena mata uang Rupiah tidak berlaku dan tidak bisa ditukarkan di China kecuali di Hongkong dengan kurs tukar yang cukup rendah.
  • Bawa dokumen ijazah, transkip nilai dan lainnya dalam bentuk fotokopi legalisir dan scan dari aslinya, serta dokumen general medical check-up asli termasuk hasil foto rontgen.
  • Ada baiknya sebelum berangkat ke China, Anda mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang tempat yang Anda tuju. Mulai dari transportasi, tempat makan dan belanja, hingga lokasi rumah Ibadah.
  • Bagi Anda yang beragama Islam, sebaiknya Anda menginstal software Adzan dan kiblat di HP Smartphone maupun Laptop Anda sebelum berangkat ke China.
  • Untuk membantu kelancaran Anda studi, bawalah buku-buku pelajaran yang sekiranya Anda butuhkan. Dan bawalah buku bacaan seperti novel atau buku-buku cerita bagi yang suka baca.
  • Karena China memiliki kebijakan yang ketat tentang penggunaan internet, Anda tidak bisa membuka Facebook, Yahoo, Twitter, Blog, Youtube dsb. Maka siapkan aplikasi proxy yang dapat membantu Anda untuk membuka web-web tersebut. Seperti Webfreer dan Freegate.
  • Install aplikasi kamus Inggris-Mandarin atau Indonesia-Mandarin elektronik di HP Smartphone anda untuk kebutuhan selama di di perjalanan dan di China nantinya.
  • Jangan membawa pisau, korek api dan bahan cair kimia atau kosmetik diatas 100 ml, kalaupun membawa kosmetik cair atau shampoo diatas 100 ml taruh di koper bagasi anda dan jangan ditaruh di tas jinjing atau tas kabin karena bisa panjang urusan ketika screening di bandara nanti.

Setiba di China langkah-langkah ini yang harus disiapkan:

  • Setibanya di China, Anda sebaiknya segera membeli kartu perdana nomor ponsel lokal untuk memudahkan komunikasi. Usahakan membeli kartu perdana di konter-konter resmi provider China. Di China hanya terdapat 3 provider selular yaitu China Mobile dan China Unicom yang berbasis GSM dan China Telecom berbasis CDMA, Yang paling banyak digunakan adalah China Mobile. Harga kartu perdana 50 RMB dengan nominal pulsa yang sama.
  • Selanjutnya bila Anda adalah Mahasiswa Beasiswa khususnya dari CSC, Hanban atau lembaga pemberi beasiswa lainnya dari China, yang perlu Anda lakukan adalah membuka rekening bank. Masing-masing Universitas mempersyaratkan bank yang berbeda sesuai dengan permintaan pihak kampus antara lain Bank of China, China Constructions Bank atau Agriculture Bank of China, biasanya ditiap kampus ada perwakilan salah satu bank besar. jika Anda bukan Mahasiswa beasiswa, usahakan memilih bank yang bertaraf International seperti ICBC. Rata-rata Mahasiswa Indonesia yang studi di China menggunakan rekening Bank ICBC.
  • Untuk mengurus Kartu Perdana dan Rekening Bank, Anda diharuskan menunjukkan paspor dan bila ada beserta fotokopinya.
  • Bagi Anda yang ingin menetap di China lebih dari 30 hari, Anda harus mempersiapkan dana sebesar 400-800 RMB untuk mengurus Residence Permit (izin tinggal)Anda dapat mengajukan aplikasi permohonan Residence Permit melalui kampus Anda masing-masing. Dan kampus biasanya akan memfasilitasi Anda untuk pergi ke kantor imigrasi setempat.
  • Segera registrasi dan mencari informasi tentang perkuliahan di kantor urusan mahasiswa internasional.
  • Cari tahu sebanyak mungkin lokasi-lokasi yang penting di dalam kampus seperti kantor rektorat, kantor urusan mahasiswa internasional, kantor fakultas pilihan, pusat perbelanjaan, ATM, kantin dll. Biasanya mahasiswa asing dibekali dengan booklet kampus yang terdapat peta kampus.
  • Untuk selalu menjalin komunikasi sesama mahasiswa Indonesia, Cari mahasiswa Indonesia yang ada dikampus atau kota setempat atau hubungi perwakilan PPI Tiongkok setempat, bila tidak ada atau belum ketemu bisa menghubungi PPI Tiongkok pusat melalui email :ppitiongkok@qq.com atau di www.ppitiongkok.org.
  • Setiba di China jangan lupa untuk lapor diri diantaranya ke KBRI Beijing, KJRI Shanghai, KJRI Guangzhou atau bisa melalui online di www.lapordiriwni.cn Untuk pendataan WNI di China.

Semoga tulisan singkat ini bisa bermanfaat dan juga semoga sukses selalu dalam belajar di China.

Salam Pelajar Indonesia.

 Penulis : Ahmad Syaifuddin Zuhri dan Hilyatu Millati Rusdiyah