WNI di Tiongkok Lakukan Pileg

Senin, 31 Maret 2014

 

NANCHANG ? Sekitar 2.000 WNI di Tiongkok Minggu kemarin (30/3) mengikuti pemilihan umum legislatif (Pilleg). Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) menggelar Pilleg di Beijing dan Hongkong. Sedang di Provinsi Guangzhou baru akan dilaksanakan 6 April mendatang.

Pilleg di Provinsi Tianjin sudah dilaksanakan 22 Maret 2014 lalu menggunakan drop box. PPLN Beijing mendatangi Kota itu membawa perlengkapan coblosan lengkap seperti kartu suara, kotak suara, formulir seri C6 LN (pos), ATK, alat untuk mencoblos, stempel PPLN dan DPT Kota Tianjin. Di Kota itu dari 128 pemilih hanya 48 orang yang menggunakan hak pilihnya.

Sebagian besar WNI adalah mahasiswa. Meskipun KBRI Beijing pernah merilis jumlah mahasiswa Indonesia di Tiongkok mencapai 13.000 orang namun yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) hanya 1.197 di Kota Beijing dan 506 di luar Kota Beijing. Di Provinsi Shanghai, Guangzhou, dan Hongkong belum diperoleh informasi jumlah WNI yang masuk dalam DPT.

Pemilihan di Kota Harbin, Shenyang, Qingdao, Chongqing, Wuhan, Nanchang dan Chengdu dilakukan melalui pos. Dalam pendistribusian surat surat suara Pilleg, PPLN menggandeng Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok (PPIT) di berbagai cabang.

Ketua PPIT Cabang Nanchang Rifqi Hasibuan menjelaskan, di Kota Nanchang dari 64 WNI yang masuk DPT hanya empat orang yang tidak menggunakan hak suaranya. ?Empat orang itu bukan berarti golput, karena kebetulan ketika pembagian surat suara mereka masih pulang ke Tanah Air,? kata Rifqi yang alumnus Fisipol UGM itu.

Panitia pemilihan di Nanchang University, Kota Nanchang, Provinsi Jiangxi, China, Beny Arif Hidayat, mengeluhkan pelaksanaan pemilu lantaran minimnya sosialisasi dari caleg maupun partai politik (parpol).

“Kami sebagai mahasiswa yang ingin mengikuti proses pemilu agak kebingungan awalnya. Takutnya salah dalam proses pemilihan, alat peraga juga tidak ada,” kata Beny yang asli Demak. ?Wah gak ada serangan fajar juga,? kata Beny sambil tertawa.

Nur Widiyanto mahasiswa S2 Matematika Nanchang University juga mengeluhkan hal yang sama. Karena tidak ada satu pun caleg yang mereka kenal, akhirnya mereka mengaku hanya mencoblos tanda gambar partai tanpa mencoblos nama caleg yang tertera di kartu suara. ?Mungkin biaya tinggi buat para caleg sosialisasi di luar negeri,? tutur pemuda asli Boja, Kendal itu.

Satu Amplop

Apalagi, jelas Widi, kota tempat dia tinggal jauh dari tempat pemungutan suara baik di Beijing, Shanghai, maupun Guangzhou sehingga dia hanya dikirimi surat suara dalam satu amplop yang nantinya harus dia kirim ke salah satu dari tiga kota tersebut setelah dicoblos. “Kami yang jauh dari TPS dikirim lewat pos,” katanya.

Amplop itu, menurut Widi, berisi surat pernyataan sudah mencoblos, tata cara mencoblos, dan surat suara. Amplop tersebut, menurut Beni, sudah dikirim panitia ke masing-masing calon pemilih sejak sepekan lalu.

Karena itu, kata Khaerudin dan Mohammad Najibullah, mereka teman-temannya berinisiatif membuka tempat pemungutan suara di kampusnya, Nanchang University, Kota Nanchang. Meski daftar pemilih tetapnya hanya memuat nama 29 orang. “Kami juga membuat model coblosan hampir sama kayak di Indonesia, seperti buat TPS. Soalnya kalau dikirim satu per satu ke kamar takutnya tidak dicoblos dan rawan dipermainkan,” kata santri Pondok Pesantren Al-Islah Mangkang Kulon Semarang itu.

Ia dan teman-temannya kini sudah mengumpulkan amplop-amplop tersebut. Amplop berisi surat suara itu akan dikirim ke TPS Beijing. Dia menyebutkan tinggal 3 orang yang belum mengembalikan amplop mereka. Sebelumnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum Husni Kamil Manik mengatakan warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri akan mencoblos lebih awal pada Pemilu 2014. Mereka akan mengunakan hak pilihnya dalam rentang 30 Maret-6 April 2014.

“Ini untuk memenuhi tuntutan pemilihan dilakukan pada hari libur dan diliburkan yang tercantum dalam Undang Undang Nomor 8 Tahun 2012,” kata Husni Kamil Malik di Padang, Rabu, 5 Maret 2014. WNI di Hong Kong dan Shanghai mencoblos pada 30 Maret 2014 karena merupakan hari libur. Namun, kata Husni, jadwal penghitungan suara dari pencoblos di luar negeri sama dengan di dalam negeri.

Saat ini jumlah pemilih di luar negeri sebanyak 2.025.000. Mereka tersebar di 130 negara. Pemilih di luar negeri akan menggunakan surat suara untuk daerah pemilihan DKI Jakarta 2.

Bila di Kota Tianjin Pemilu Legislatif diadaklan di sebuah kafe, di Kota Nanchang digelar dia dua tempat yaitu di Kampus Jiangxi Normal University (JXNU) dan Nanchang University (NCU). Mereka menyediakan konsumsi secara patungan mulai dari indomie rebus, bubur kacang ijo, kolak pisang dan lain-lain. ?Begini-begini harusnya KPU atau PPLN memikirkan. Masa air minum saja tidak disediakan, apalagi transportasi,? tutur Baihaki, mahasiswa S2 Jurnalistik dari Aceh.

Di Beijing

Pesta demokrasi warga Indonesia di Beijing, RRT ini digelar di halaman KBRI Beijing sejak pukul 09.00 sampai pukul 17.00 waktu setempat. Kegiatan dibuka oleh Dubes RI Sugeng Rahardjo dan Ibu Aslida Nurmathias Rahardjo, yang masing-masing melakukan pencoblosan di TPS 2 dan TPS 1.? “Pemilu diikuti dengan tertib oleh sekitar 423 orang pemilih dari 1.197 Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tercatat oleh Panitia Pemilihan Luar Negeri Beijing (PPLN),” kata Sekretaris Kedua Sosial Budaya KBRI Beijing, Dyah Andrini dalam siaran pers, Minggu

Selain 423 suara yang berhasil dikumpulkan melalui 2 TPS yang dibuka di Beijing, PPLN Beijing juga memperoleh 49 kertas suara dari kota Tianjin, yang dikumpulkan oleh tim dropbox pada tanggal 23 Maret 2014.

Tak hanya itu, PPLN juga masih menunggu 380 kertas suara yang telah dikirim melalui pos dari pemilih di berbagai kota di wilayah kerja PPLN Beijing. Untuk diketahui, KPU RI memang memberi kemudahan bagi WNI di luar negeri untuk memilih, yaitu melalui TPS, drop box dan pos.

Menurut Dyah, proses pemungutan suara di Kota Beijing itu turut dimeriahkan oleh bazar berupa makanan dan pakaian khas Indonesia. WNI yang datang juga memanfaatkan momentum itu untuk saling bersilaturahmi.

“Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Beijing menjual berbagai macam makanan khas Indonesia seperti pempek, sate ayam, nasi uduk, siomay, bakso, asinan buah dan bubur Manado. Bazaar juga diikuti oleh masyarakat Indonesia lainnya yang berjualan batik, minuman dan makanan kecil khas Indonesia,” paparnya.

Untuk mempersiapkan Pemilu legislatif 2014 itu, sebanyak 7 orang anggota PPLN dan 14 orang anggota Kelompok Penyelenggara Pemilihan Luar Negeri (KPPSLN) telah dilantik oleh Dubes RI Soegeng Rahardjo pada tanggal 29 Maret 2014, di KBRI Beijing.

“Pemilu legislatif di RRT juga dilaksanakan secara serentak pada hari ini di Shanghai dan Hong Kong. Sementara Pemilu di Guangzhou akan diselenggarakan pada tanggal 6 April 2014,” ucap Dyah. (Agus Fathuddin Yusuf).