Mahasiswa Indonesia Main Terbang Rebana dengan Lima Bahasa

Gemuruh tepuk tangan berkali-kali terdengar saat musik Terbang Rebana menjadi suguhan yang sangat menarik dalam acara Nanchang University (NCU) Postgraduate New Year Art Gala Festival pada Senin (29/12/2014) lalu. Apalagi, dimainkan dengan memadukan lagu lima bahasa yakni Aceh, Arab, Inggris, Mandarin dan Indonesia.
Lantunan syair “Meuratep” khas Aceh oleh vokalis Nelli, Intan dan Huke diikuti gerakan singkat tari Saman menjadi pembuka penampilan. Dilanjutkan dengan lagu Hamawi Ya Mis Mis dan lagu grup Lenka berjudul Trouble yang sudah digubah liriknya serta ditutup dengan cuplikan lagu Sempurna-nya Andra and the Backbone dengan lirik yang digubah dalam bahasa Mandarin dan Indonesia. Makin menambah daya tarik tersendiri bagi penonton.
Penampilan tersebut dimainkan oleh 12 mahasiswa Indonesia di Nanchang University yakni Nurwidiyanto, Khoiruddin, Najibullah, Beni Arief Hidayat, Ahmad Syaifuddin Zuhri dan Hilyatu Millati Rusydiyah dari Semarang. Boihaki dan Nelly dari Aceh. Hukmawati, Ummi Fadhilah, Jusmianti dan Fatmawati dari Makassar. Mereka semua tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok cabang Nanchang.
Acara yang bertempat di gedung Music Hall Nanchang University, Kota Nanchang, Provinsi Jiangxi, Tiongkok tersebut disaksikan oleh lebih dari 500 penonton. Mulai dari mahasiswa lokal, asing, dosen dan civitas akademika Nanchang University lainnya.
Sebelum mereka tampil dalam acara tersebut, mereka harus mengikuti seleksi ketat selama dua kali selama sebulan bersama dengan 38 grup penampil mahasiswa lokal lainnya.
Tak pelak, dari total 15 penampilan yang lolos final. Penampilan mahasiswa Indonesia mendapat applaus berkali-kali dari penonton. Selain sebagai satu-satunya dari mahasiswa asing yang tampil adalah karena tabuhan dari alat Terbang Rebana yang dibawakan sangat rancak dan dinamis.
Sehingga, diakhir acara diumumkan menjadi penampilan favorit pilihan penonton oleh pembawa acara berdasarkan dari respon di akun resmi mikroblogging Weibo (twitter-nya Tiongkok) milik panitia yang ditunjukkan dalam layar LCD di panggung.
“Nimen zhen lihai, feichang haoting” atau kalian sangat lihai dan sangat enak didengar tabuhan musiknya, ujar Chen mahasiswa S2 jurusan music Nanchang University dengan mantap ketika bertemu penulis usai acara.
Penampilan kemarin adalah penampilan kedua dari mahasiswa Indonesia tersebut setelah tanggal 25 sebelumnya tampil dalam acara NCU School of Life Science Art Festival. Penampilan mereka semua mendapat dukungan sponsor penuh dari Li Xueyuan atau School of Life Science.
“Dalam penampilan yang dibatasi maksimal enam menit ini kami harus berkali-kali latihan. Dari evaluasi penampilan tanggal 25 Desember lalu, kami mendapat ide untuk mengkreasikan kembali penampilan dengan menambah lagu bahasa Inggris sehingga ada lima bahasa dari sebelumnya empat bahasa serta dengan menambah beberapa gerakan dan ketukan musiknya.” ungkap Nurwidiyanto selaku Koordinator tim.
“Kreasi perubahan itu kami siapkan dalam semalam sebelum penampilan, itu supaya pesan yang ingin kami sampaikan ke penonton bisa ditangkap,” tambah mahasiswa S2 Jurusan Matematika itu.
Satu set alat musik Terbang Rebana tersebut adalah bantuan dari Bupati Demak Jateng H. Dachirin Said  dan beberapa tokoh masyarakat Semarang untuk mahasiswa asal Jateng yang kuliah di Nanchang University akhir tahun 2013 lalu. Sudah total enam kali penampilan dengan alat tersebut sejak didatangkan. Mulai dari penampilan kebudayaan di kampus hingga diluar kampus.
Mahasiswa Indonesia di Nanchang University sendiri sejak 2011 aktif tiap tahun mempromosikan budaya Indonesia secara swadaya melalui pagelaran Festival Budaya dan Kuliner Indonesia, partisipasi penampilan Tari Saman, Tari Paduppa Makassar, Angklung, Musik Perkusi, Rebana dan penampilan seni lainnya.
Saat ini terdapat 39 mahasiswa Indonesia yang berasal dari Aceh, Jakarta, Semarang dan Makassar. Mereka mendapat beasiswa belajar S2 di kampus tersebut dari pemerintah Tiongkok dan mengambil berbagai jurusan seperti TI, Manajemen Perusahaan, Matematika, Jurnalistik, Hubungan Internasional, Bahasa Mandarin dan lain sebagainya.
Penulis:
Ahmad Syaifuddin Zuhri
Mahasiswa S2 Jurusan Hubungan Internasional Nanchang University

Penampilan