Rayakan Imlek, Mahasiswa Indonesia diundang ke Balaikota Kota Nanchang

www.rmol.co 23 Pebruari 2015

Imlek kemarin menjadi momen istimewa bagi mahasiswa Indonesia di kota Nanchang, propinsi Jiangxi, Tiongkok. Pasalnya, mereka diundang secara khusus oleh Department of Foreign Affairs Office atau Waishi Bangongshi pemerintah kota Nanchang di Balaikota Nanchang baru baru ini.

Sebanyak 20 orang perwakilan mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok Cabang Nanchang diundang dalam rangka merayakan Imlek bersama dengan para pejabat di lingkungan tersebut. Baru kali pertama ini mahasiswa Indonesia diundang oleh instansi tersebut. Apalagi, acara tersebut dihelat di pusat pemerintahan kota, adalah hal yang sangat istimewa karena tidak sembarang orang bisa masuk dan punya akses ke Balaikota itu.

Hubungan mahasiswa Indonesia dengan pihak instansi tersebut sudah berjalan sekitar dua tahun sejak 2012 lalu. Awalnya, Setiap tahun mahasiswa Indonesia diundang berpartisipasi untuk mengisi salah satu acara kebudayaan oleh mereka. Berawal dari keaktifan itulah pada momentum Imlek kemarin para mahasiswa tersebut diundang.

Dari ratusan mahasiswa asing yang berasal dari puluhan Negara yang terdapat di kota Nanchang, Mahasiswa Indonesia adalah satu-satunya mahasiswa asing yang diundang oleh mereka.

Direktur Foreign Affairs Office, Huang Xiaoyan, mengatakan, bahwa pihaknya mengundang mahasiswa Indonesia terebut selain merayakan Imlek bersama adalah ingin mengucapkan terimakasih atas partisipasi mahasiswa Indonesia selama ini yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan mereka.

Acara yang berlangsung sekitar sejam tersebut selain merayakan Imlek dan berramah tamah diisi dengan diskusi oleh kedua pihak. Pihak instansi tersebut meminta komentar, saran dan masukkan dari mahasiswa Indonesia terkait dengan kota Nanchang.

Tak mensiakan momen tersebut, masing-masing mahasiswa tersebut memberi banyak komentar dan masukkan secara apa adanya terkait dengan kota Nanchang. Mulai apresiasi dari fasilitas publik di kota tersebut seperti taman, transportasi dan sebagainya yang semakin nyaman, mudah dan murah sampai tentang kritikan tentang salah satu kekurangan fasilitas publik yang perlu dibenahi.

Dengan dicatat secara detail oleh sekretarisnya, Huang Xiaoyan sangat berterimakasih atas masukan-masukkan tersebut. Ia berpesan kepada mahasiswa tersebut, Nanchang menjadi kota yang terus membangun serta berbenah sehingga membutuhkan banyak masukkan dari berbagai pihak untuk kemajuan kota Nanchang. Saat ini, pihaknya sedang membangun kereta api bawah tanah yang dimulai 2011 lalu sebanyak lima jalur, jalur pertama sudah akan segera beroperasi April nanti.

Ia juga menambahkan, peluang kepada mahasiswa tersebut jika ada pihak dari Indonesia yang ingin bekerjasama seperti program Sister City dengan kota Nanchang, pihaknya akan dengan sangat terbuka membuka kerjasama tersebut. Saat ini, Nanchang sudah melakukan program Sister City dengan 12 kota diseluruh dunia mulai dari AS, Perancis, Brazil, Jerman dan sebagainya.

Nanchang adalah ibukota propinsi Jiangxi, Tiongkok bagian tenggara, yang berpenduduk sekitar lima juta orang, saat ini menjadi salah satu kota modern yang tercepat pembangunannya di Tiongkok dan kota yang nyaman untuk tinggal dengan biaya hidup relatif lebih terjangkau dibandingkan dengan kota-kota besar lain di Tiongkok.

Link:

http://dunia.rmol.co/read/2015/02/22/192768/Rayakan-Imlek,-Mahasiswa-Indonesia-Diundang-ke-Balaikota-Kota-Nanchang-

Penulis:

Ahmad Syaifuddin Zuhri

Mahasiswa S2 Hubungan Internasional Nanchang University