PPI Hongkong Nyatakan Diri Bergabung Dengan PPI Tiongkok

Hongkong (5/3).

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Hongkong pada Kamis (5/3/2015) lalu di Hongkong menyatakan diri secara resmi bergabung dengan PPI Tiongkok. Bergabungnya PPI Hongkong dengan PPI Tiongkok itu ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) secara langsung oleh Ketua Umum PPI Tiongkok, Danny Wahyudi, kepada Ketua PPI Hongkong, Melisa Junata, yang menandai secara resmi menjadi bagian dari PPI Tiongkok.

 

Pemberian Surat Keputusan bergabungnya PPI Hongkong tersebut disaksikan secara langsung oleh Konsul Bidang Penerangan dan Budaya KJRI Hongkong, Pangky BP Saputra.

 

Danny Wahyudi, mengungkapkan bahwa kesepakatan yang terjalin antara dua organisasi ini diharapkan dapat meningkatkan semangat pelajar Indonesia di Hongkong dalam membangun bangsa dan negara. Sementara itu, Melisa Junata, mengatakan, bahwa baru pada tahun inilah PPI Tiongkok dan PPI Hongkong dapat berkomunikasi dengan sangat intens sehingga kepercayaan diantara keduanya dapat terjalin dengan sangat kuat. Atas dasar percaya tersebutlah PPI Hongkong menyatakan diri untuk siap bergabung dengan PPI Tiongkok, ungkapnya.

 

“Dengan bergabungnya PPI Hongkong kedalam PPI Tiongkok diharapkan dapat meningkatkan kerjasama lintas bidang dengan 21 cabang lainnya” tambah Mahasiswi Chinese University of Hongkong itu.

 

Pangky  BP Saputra, yang juga mewakili Konsul Jenderal RI untuk Hongkong menyampaikan bahwa melalui aliansi yang terbentuk ini diharapkan mampu menyuarakan sudut pandang regional Asia Timur yag mungkin berbeda dengan pelajar-pelajar Indonesia di Negara Barat dalam menyikapi persoalan-persoalan bangsa. Ia mendukung secara penuh keputusan PPI Hongkong untuk dapat bergabung bersama keluarga besar PPI Tiongkok, imbuh Konsul muda berusia 30 tahun tersebut.

 

PPI Hongkong sendiri berdiri sejak awal 2012 atas prakarsa pelajar-pelajar Indonesia di Hongkong yang menginginkan sebuah wadah bagi seluruh pelajar Indonesia di kota bekas jajahan Inggris ini. Sedangkan di tahun yang sama pada 28 Oktober bertempat di Beijing melalui Kongres Pelajar Indonesia di Tiongkok,  Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok berdiri yang berdasarkan atas kesepakatan dari 28 perwakilan organisasi di 14 kota di Tiongkok.

 

Disebabkan karena belum terjalin komunikasi yang intens antara PPI Hongkong dan PPI Tiongkok pada waktu itu, sehingga daerah administrasi khusus Tiongkok ini seakan terlepas dari  organisasi yang mewadahi pelajar Indonesia di seluruh Tiongkok.