Ke Luar Negeri, Bukan Berarti Tidak Cinta RI

Tahun demi tahun tercatat jumlah pemuda Indonesia yang meninggalkan Ibu Pertiwi demi menuntut ilmu semakin bertambah. Fakta ini tentu menjadi kontroversi banyak pihak, apakah kualitas pendidikan Indonesia masih kurang baik? Apakah mereka yang memutuskan belajar di luar negeri tidak akan kembali dan mengabdi kepada Indonesia? Jawabannya tentu bervariasi. Meskipun berangkat dari motivasi pergi ke luar negeri yang berbeda-beda, tetapi dapat dikatakan hampir seluruh orang Indonesia yang tinggal di luar negeri dalam kurun waktu tertentu, tidak ada yang tidak bermuara pada kerinduan akan negeri sendiri.
Tidak sedikit orang Indonesia yang tersebar di seluruh penjuru dunia justru mencetak prestasi yang mengharumkan nama bangsa. Kadang jarang dari kita yang mengenal sosoknya, padahal karyanya telah mendunia. Sebut saja Pierre Coffin, putra dari penulis hebat Indonesia, N.H Dini, merupakan arsitek di balik kelahiran karakter Minions; Andre Surya yang bergabung dalam proyek film besar Transformer 3D; hingga Sandy Sandoro yang namanya lebih dahulu terkenal di Eropa dengan kemerduan suaranya. Selain orang-orang ini, masih panjang deretan nama orang Indonesia yang sukses di kancah internasional. Mereka semua berkarya dan mengharumkan nama Indonesia dalam bidangnya masing-masing. Walaupun berada jauh dari tanah air, mereka tetap bisa menyebarkan nama harum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dengan berada di luar negeri, kita belajar kebudayaan negara asing, belajar menerima banyak perbedaan. Namun dengan belajar bertoleransi, niscaya kita akan dapat semakin mencintai dan menghargai kebudayaan serta hasil karya negeri sendiri. Sebagai orang Indonesia yang berada di luar negeri, kita harus dapat menjadi representatif dari Indonesia. Salah satu yang bisa kita lakukan sekarang adalah menyebarkan kebaikan dan keindahan negeri kita pada orang lain, terutama kepada orang-orang yang belum mengenal Indonesia. Dengan mengenalkan sedikit banyak tentang Indonesia kepada orang lain, ini juga berarti telah berkontribusi nyata terhadap Merah Putih. Tentu masih banyak yang dapat kita lakukan, tetapi mari dimulai dengan yang paling sederhana yang bisa kita lakukan. Seiring berjalannya waktu, bukan tidak mungkin kita akan menjadi Pierre Coffin, Andre Surya, dan Sandy Sandoro berikutnya.

2015-08-30_23-56-55
Mengutip kata-kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Bapak Anies Baswedan,” Ketika berada di luar negeri, jangan cepat-cepat berpikir untuk pulang. Serap dahulu ilmu sebanyak-banyaknya untuk kemudian dibawa dan diterapkan demi kemajuan bangsa Indonesia.” Bagi yang memiliki akses untuk belajar dan bersosialisasi dengan masyarakat asing, jangan disia-siakan.  Tidak semua pelajar Indonesia mendapat kesempatan yang sama.  Tidak peduli di manapun tempatnya, serap ilmu sebanyak-banyaknya, kemudian terapkan di Indonesia. Kita semua sebagai pelajar Indonesia baik di luar maupun di dalam negeri mempunyai satu tugas bersama, menjadikan Indonesia lebih baik dan dapat bersaing di kancah internasional. Jadilah pelajar Indonesia yang cerdas, yang mampu membawa perubahan yang lebih baik untuk Indonesia. Tidak perlumenanggapi sikap skeptis bahwa dengan pergi ke luar negeri berarti tidak cinta negara ini, karena di dalam hati kita masing-masing sangat jelas terukir nama Indonesia.Mari memaknai HUT RI yang ke-70 tahun ini dengan lebih khusyuk. Mari bersama-sama lakukan perubahan positif untuk negeri, kalau bukan kita siapa lagi?
2015-08-30_23-57-03
Karya: Ellen Jovita Zaman
Departemen Akademis PPI Tiongkok