PPIT Peduli Bangsa: Air not Ash

Tahukah kalian di Negara tercinta kita sedang terjadi bencana yang sangat mengerikan? Bukan tsunami, gunung meletus, banjir bandang, ataupun tanah longsor. Melainkan kebakaran hutan yang menimbulkan kabut asap. Bencana kabut asap berbeda dengan bencana lainya yang korbanya bisa diungsikan, bisa dilihat lukanya, akan tetapi semuanya terjadi secara perlahan-lahan. Rumah kami tidak rubuh jalan kami masih tetap mulus. Mungkin kami “hanya”terserang ISPA dan sebagian ada yang meninggal. Banyak dari bayi-bayi yang merupakan generasi penerus bangsa mati sia-sia.

Sampai sejauh ini menurut informasi resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bencana kabut asap menyebabkan 22.555 warga di Sumatera Selatan dan 1.002 warga di Riau terjangkit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) data ini belumtermasuk yang masih belum mendapat pertolongan pertama. Itu hanya sebagiandampak belum dampak ekonomi yang di perkirakan tidak sedikit karena lumpuhnyaaktifitas bahkan sekolah pun terpaksa diliburkan.

Mungkin kamihanya terlalu “cinta” pada Negara ini, anggap saja ini adalah pengorbanan, hutan kami “terbakar” entah yang kesekian kalinya, lalu “kalian” tanam sawit-sawit itu untuk keuntungan Negara. Kami tidak perlu di kenang seperti pahlawan. Sisakan lahsaja “sedikit” tempat untuk anak-anak dan cucu-cucu kami bisa menghirup udara segar seperti kalian.

Kawan-kawan PPIT tunjukan rasa solidaritasmu, kita tidak harus menghirup udara kotor seperti saudara kita di berbagai daerah yang terkena bencana, juga tidak harus membantu memadamkan api. Tunjukan solidaritsamu dengan menyisihkan sebagian uang kamu untuk di donasikan kesaudara kita yang masih membutuhkan uluran tangan kita, Salam pelajar Indonesia!Screenshot_16