PPIT Peduli Dunia: Air not Ash!

        Tahukah kalian di Negara tercinta kita sedang terjadi bencana yang sangat mengerikan? Bukan tsunami, gunung meletus, banjir bandang, ataupun tanah longsor. Melainkan kebakaran hutan yang menimbulkan kabut asap. Bencana kabut asap berbeda dengan bencana lainya yang korbanya bisa diungsikan, bisa dilihat lukanya, akan tetapi semuanya terjadi secara perlahan-lahan. Rumah kami tidak rubuh jalan kami masih tetap mulus. Mungkin kami “hanya” terserang ISPA dan sebagian ada yang meninggal. Banyak dari bayi-bayi yang merupakan generasi penerus bangsa mati sia-sia.

        Sampai sejauh ini menurut informasi resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bencana kabut asap menyebabkan 22.555 warga di Sumatera Selatan dan 1.002 warga di Riau terjangkit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) data ini belum termasuk yang masih belum mendapat pertolongan pertama. Itu hanya sebagian dampak belum dampak ekonomi yang di perkirakan tidak sedikit karena lumpuhnya aktifitas bahkan sekolah pun terpaksa diliburkan.

        Kawan-kawan PPIT tunjukan rasa solidaritas mu, kita tidak harus menghirup udara kotor seperti saudara kita di berbagai daerah yang terkena bencana, juga tidak harus membantu memadamkan api. Tunjukan solidaritsamu dengan menyisihkan sebagian uang kamu untuk didonasikan kesaudara kita yang masih membutuhkan uluran tangan kita, Salam pelajar Indonesia!

        According to official information from the National Disaster Management Agency, the forest fire smog disaster caused 22,555 people in South Sumatra and 1,002 residents in Riau infected by Upper respiratory tract infections (URI or URTI). This data does not include the others that still has not received any first aid.

        Upper respiratory tract infections (URI or URTI) are illnesses caused by an acute infection which involves the upper respiratory tract including the nose, sinuses, pharynx or larynx. Symptoms of URTI scommonly include cough, sore throat, runny nose, nasal congestion, headache, low grade, fever facial pressure and sneezing. On set of symptoms usually begins 1–3 days after exposure. The illness usually lasts 7–10 days.

        Our beloved friends, please show your solidarity and help prevent the people of Sumatra, Kalimantan, Riau and Jambi that lived near the forest fire areas. Please help them by donating part of your money that will be use for helping them breath a cleaner air.