Selamat Tahun Baru 1 Muharram 1437 H

640

TAHUN BARU ISLAM 1 MUHARRAM 1437 H

        Apa yang biasanya dilakukan saat menyambut tahun baru? Kebanyakan orang diseluruh dunia, menyambut tahun baru dengan mengadakan perayaan-perayaan khusus. Perayaan tersebut dilakukan dengan suka cita, berpoya-poya dalam suatu acara tertentu. Di Indonesia sendiri banyak sekali kegiatan-kegiatan khas yang biasa dilakukan oleh masyarakat Indonesia pada saat menyambut tahun baru, seperti meniup terompet dan bermain kembang api.

        Bagaimana dengan perayaan tahun baru Hijriah atau tahun baru islam? Apakah ada perayaan? Tentu saja ada, namun perayaan nya berbeda dengan perayaan saat tahun baru Masehi. Perayaan tahun baru Hijriah dilakukan oleh sebagian kecil masyarakat yang mengingat pentingnya tahun baru Hijriah dalam sejarah Islam. Umat Islam biasanya melakukan tabligh akbar, pawai obor, pengajian dan bersama-sama melakukan doa akhir dan awal tahun.

        Sejarah tahun baru Hijriah atau tahun baru Islam diawali dengan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Sedangkan bagi umat Islam sesudah Nabi, peringatan ini merupakan momen untuk hijrah dengan melakukan perubahan menjadi pribadi yang lebih baik.

        Tahun Baru Hijriah tahun ini jatuh pada tanggal 15 Oktober 2015 (1437 H). Bila pada tahun baru Masehi kita biasanya membuat resolusi akhir tahun, maka tidak ada salahnya bila kita membuat resolusi tersebut di tahun baru Islam.

        Begitulah makna dari peringatan tahun baru Islam setiap tanggal 1 Muharram, yang akan menjadi momen hijrah atau perpindahan dari keburukan menjadi kebaikan. Serta dapat menjadi pengingat agar kita senantiasa mengevaluasi diri atas segala kekurangan dan kelemahan kita sebagai manusia biasa yang kadar keimanan nya sering naik dan turun.

        Kami baik secara individu selaku pengurus harian pusat, juga mewakili Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok mengucapkan :

        Selamat Tahun Baru Hijriah 1437 H, semoga semua salah dan dosa ditahun sebelumnya bisa kita perbaiki dan diampuni Allah SWT. Aamiin YaaRabbal’aalamiin.

Debi Nindia Putri

(Tim Survey, Departemen Akademis)

Disadur dari berbagai sumber.