Sejarah Kemaritiman Indonesia

Sejarah Kemaritiman Indonesia

JALESVEVA JAYAMAHE

Siapa yang tidak tahu bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia? Siapa yang tidak tahu bahwa dua per tiga luas wilayah Indonesia merupakan lautan? Sudah sejak ribuan tahun yang lalu sejarah kemaritiman kita dimulai. Tentu saja, sejarah kemaritiman menjadi tidak terpisahkan dengan sejarah Nusantara kita.

Indonesia menempati posisi yang sangat strategis yaitu pada titik silang jaringan lalu lintas laut dunia, yang juga menghubungkan wilayah Asia dan Australia. Sejarah pelayaran Indonesia bahkan sudah dimulai sejak masa pra-sejarah, tetapi tidak banyak sumber yang dapat ditemukan untuk membuktikan hal ini, kecuali dari penuturan lisan dan relief di candi-candi Hindu maupun Buddha. Terdapat pula bukti sejarah berupa gua yang dipenuhi lukisan perahu layar, tidak hanya di wilayah Nusantara, tetapi juga mencapai wilayah Madagaskar. Ketangguhan pelayaran Nusantara pada zaman tersebut sudah tidak diragukan lagi, bahkan sejarah mencatat pada masa tersebut pelayar-pelayar Indonesia mampu mengarungi samudera hingga lebih dari 4.000 mil.

Lautan di Indonesia memiliki perannya masing-masing, contohnya Laut Jawa merupakan tempat yang menghubungkan berbagai komunitasdalam kegiatan politik, budaya dan ekonomi Nusantara dengan wilayah sekitar. Sedangkan Selat Malaka, khususnya sejak zaman kerajaan Sriwijaya dan Majapahit merupakan gerbang pelayaran dan perdagangan dunia. Pada abad ke-14 dan ke-15, Laut Banda, Laut Jawa, dan Laut Flores sudah menjadi zona komersial di Asia Tenggara, bahkan disebut pula sebagai Laut Inti Asia Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia memiliki sejarah ratusan bahkan ribuan tahun dalam bidang kemaritiman, dan sudah memegang peran vital dalam perdagangan internasional antara belahan dunia barat dan timur.

Dengan segala keunggulan dalam bidang kemaritiman ini, Indonesia sempat menjadi tujuan utama perdagangan internasional, mengalahkan Tiongkok. Tidak heran, segala kekuatan Indonesia ini akhirnya menjadi magnet bagi negara-negara asing untuk memanfaatkan dan menduduki Nusantara. Semenjak masa penjajahan, wilayah bahari dan pertanian Indonesia dimonopoli pihak asing. Pembatasan hubungan kelautan hingga larangan untuk berhubungan dengan negara-negara asing lainnya pun dilakukan untuk semakin mengeruk kekayaan negara kita. Miris. Nusantara yang awalnya memegang peranan penting di bidang kemaritiman dunia, akhirnya dikuasai oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Memang, ini merupakan sisi kelam Indonesia yang tidak dapat terpisahkan dari sejarah bangsa kita.

Tahun ini genap 70 tahun Indonesia merdeka, tidak lagi terbelenggu, di monopoli ataupun dikuasai. Sudah saatnya kita raih kembali kesuksesan Indonesia, salah satunya tentu dengan memanfaatkan kekayaan maritim kita. Ribuan tahun yang lalu Indonesia berhasil unggul di bidang pelayaran dan bahari, mengapa saat ini kita tidak bisa mengulang kembali sejarah kejayaan kita seperti dahulu? Mari bersatu-padu, bahu-membahu membangun kekuatan kemaritiman Negara Kesatuan Republik Indonesia. Layaknya moto dari Angkatan Laut Republik Indonesia, “JALESVEVA JAYAMAHE, DI LAUT KITA JAYA!”

Disadur dari berbagai sumber

Oleh : Samuel Wijaya & Ellen Jovita Zaman

Departemen Akademis dan Pengembangan Anggota PPIT