Batik Friday: Motif Batik Fosil Trinil, Karya Baru Batik Modern

Batik Friday: Motif Batik Fosil Trinil, Karya Baru Batik Modern

Halo teman- teman Batik Friday. Apa kabarnya? Tahukah kalian bahwa ada motif batik baru yang terinspirasi dari fosil? Kalau belum tahu semoga artikel ini bisa membantu!

Seorang warga Kabupaten Ngawi, Jawa Timur menciptakan sebuah motif untuk kain batik dengan bentuk fosil Situs Trinil yang menjadi ciri khas daerah kabupaten setempat.

Pencipta motif batik fosil tersebut adalah Budi Siwi Riyanati, warga DesaMunggut, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi. Ia telah membuat batik tulis dengan motif-motif yang menjadi ciri khas dan keunikan Ngawi, di antaranya, fosil purbakala yang banyak ditemukan di Situs Trinil di tepian Bengawan Solo.

“Saya menggunakan bentuk fosil seperti tulang untuk dijadikan motif batik ciri khas Kabupaten Ngawi. Alhamdulillah banyak yang suka,” ujar perajin batik fosil, bapak Budi Siwi.

Menurut dia, penggunaan motif fosil tersebut, terinspirasi dari berbagai macam fosil yang banyak ditemukan di Situs Trinil. Dari situ, Budi Siwi lalumenciptakan motif batik fosil yang dipadu padankan dengan motif daun, sulur, dan lainnya.

Tidak hanya motif fosil, pihaknya juga membuat motif lain yang merupakanikon Kabupaten Ngawi. Di antaranya, Benteng Pendem Ngawi dan daun jati.

Budi Siwi menjelaskan, pembuatan batik motif fosil tersebut telah ia jalanisejak belasan tahun yang lalu. Namun seiring waktu, hanya usaha batiknya yang masih bertahan dan mampu menembus pasar luar wilayah Ngawi.

Dalam satu bulan, usaha industri rumah tangga batiknya mampu memproduksi batik tulis hingga 200 lembar dengan berbagai moif. Sedangkan batik yang paling banyak disukai adalah bermotif fosil.

Adapun, satu lembar batiknya dihargai bervariasi mulai dari Rp70 ribu hingga Rp1 juta tergantung kesulitan motif dan bahan kain batiknya. Adapun batik yang terbuat dari kain sutera sehingga membuat hasil batik lebih halus. Harganya bisa mencapai ratusan ribu sampai 1 juta.

Sekian batik Friday minggu ini. Semoga dapat memberikan wawasan baru tentang batik kepada kalian semua. Sampai bertemu minggu depan!