Kongres PPIT 5 dan Simposium Asia-Oseania 2016

KONGRES V PPI TIONGKOK DAN SIMPOSIUM ASIA-OSEANIA

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok menggelar Kongres V dan Simposium Asia Oseania pada Jum’at-Minggu, (8-10/4/2016) April lalu di Hongkong. Acara ini terbagi menjadi tiga bagian yaitu pada hari pertama digelar Kongres V PPI Tiongkok, hari ke dua digelar Simposium Asia-Oseania dan hari ketiga rapat kerja Asia-Oseania. Kongres dan simposium ini dibuka langsung oleh Duta Besar RI LBBP untuk RRT dan Mongolia, Soegeng Rahardjo. Pembukaan kongres ini turut pula dihadiri oleh Atase Pendidikan, Priyanto Wibowo, perwakilan Konjen Hongkong, perwakilan Konjen Guangzhou, Atdik KBRI New Delhi, dan GM Bank BNI Hongkong.

b

Kongres V kali ini berlangsung di gedung BNI Gallery Hongkong dan gedung KJRI Hongkong serta  dihadiri oleh 23 cabang  yakni Beijing, Shanghai, Guangzhou, Chongqing, Guilin, Tianjin, Hongkong, Nanning, Nanjing, Suzhou, Harbin, Changsha, Zhengzhou, Liuzhou, Wuhan, Xiamen, Shenyang, Ningbo, Hangzhou, Hefei, Qingdao, Shijiazhuang, Nanchang, dan Hongkong.

 

c

Melisa, selaku ketua panitia pelaksana  mengatakan bahwa Kongres V ini mempunyai beberapa agenda pembahasan diantaranya: Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus periode 2015-2016, pembahasan AD-ART, rekomendasi organisasi dan program kerja serta puncaknya pemilihan ketua umum PPIT periode 2016-2017.

Ketua Umum PPI Tiongkok, Grace Fiona beserta kabinetnya melaporkan  pertanggungjawabannya  dengan baik namun tetap dalam  kondisi yang sedikit menegangkan karena 23 delegasi cabang datang untuk mendengarkannya lalu bersama-sama mengevaluasi kinerja pengurus pusat PPI Tiongkok selama satu periode. Setelah melalui sesi tanya-jawab,  laporan pertanggungjawaban pengurus pun diterima.

Sementara itu, pada puncak acara kongres dilakukan pemilihan ketua PPI Tionglok yang berlangsung cukup dinamis dan demokratis. Akhirnya, terpilih Bagus Ari Haryo, mahasiswa Capital Medical University Beijing Jurusan Kedokteran sebagai Ketua Umum periode 2016-2017 setelah mendapat 14 suara, yang menyisihkan Meliana dari PPIT Nanjing dengan 6 suara, dan Ilham Azmy dari PPIT Harbin 3 suara.

Bagus Ari Haryo yang akrab disapa Aryo, sebelumnya menjabat sebagai salah satu Wakil Ketua di PPI Tiongkok. Dalam sambutannya Aryo mengucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin PPI Tiongkok selama satu periode ke depan. Selain itu, Aryo juga mengungkapkan harapannya agar kedepannya PPI Tiongkok menjadi wadah bagi para anggotanya untuk mengembangkan diri baik itu dalam bidang akademik, budaya, sosial dan tentunya dalam bidang organisasi.

“Saya merasa bangga karena masih mendapatkan dukungan dan kepercayaan dari teman-teman untuk memimpin PPI Tiongkok selama satu tahun ke depan”, ungkapnya dalam pesan singkat yang dikirimkan pada penulis.

d

Sementara itu, di hari kedua digelar Simposium Asia-Oseania di Universitas Hongkong dengan tema “Ketahanan dan  Pemberdayaan Kemaritiman Indonesia: Menuju Kekuatan Maritim Dunia” dihadiri oleh beberapa pembicara ahli di bidang Maritim seperti  Chandra Motik Yusuf  Pakar Hukum Kelautan dan peraih penghargaan Women in Maritim 2015, Josephat Tetuko Sri Sumantyo Profesor di Center fo Enviromental Remote Sensing Universitas Chiba Jepang, Arif Havas Oegroseno Deputi bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Republik Indonesia dan Profesor Injoo Sohn dari Associate Professor, Departement of   Politics and Public Administration University of Hongkong sebagai keynote speakers.

Acara simposium ini dihadiri oleh para pelajar Indonesia yang belajar di Tiongkok, Mahasiawa Indonesia yang kuliah di Indonesia, perwakilan PPI Jepang, PPI Korea, PPI Malaysia, PPI New Zeland, PPI India, PPI Taiwan dan PPI Singapura. Terdapat tiga panel diskusi yang membahas: Kedaulatan dan Ketahanan Maritim Indonesia; Optimalisasi Maritim Indonesia dalam Pertumbuhan  Ekonomi Indonesia; Pelestarian Lingkungan dan Pariwisata Kemaritiman Indonesia. Antusiasme mahasiswa yang hadir pada saat itu sangat tinggi, hal ini dapat dilihat dari  pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan.

e

Salah seorang peserta kongres yang datang, Ummy Fadhilah seorang mahasiswa magister jurusan turisme mengungkapkan bahwa dia sangat beruntung bisa mengikuti acara simposium ini, selain bisa berdiskusi dengan pakar maritim Indonesia juga bisa bertemu dengan mahasiswa Indonesia lainnya dari kota lain yang ada di Tiongkok dan negara-negara Asia-Oseania, serta yang tak kalah pentingnya di Simposium ini kita bisa mengobati kerinduan akan tanah air dengan dihidangkannya makanan Indonesia.

Acara simposium kemudian ditutup dengan makan malam bersama, dan dihibur oleh penampilan dari pengurus PPI Tiongkok dan anggota PPIT cabang Hongkong.

Organisasi PPI Tiongkok sendiri berdiri pada 28 Oktober 2012 dalam Kongres Pelajar Indonesia di Beijing yang dideklarasikan oleh 14 perwakilan organisasi pelajar dari 14 kota di Tiongkok. Lahirnya organisasi yang menyatukan seluruh pelajar Indonesia di Tiongkok ini diharapkan menjadi wadah bagi setiap pelajar untuk mengembangkan potensi diri di bidang keilmuan, keorganisasian dan bidang-bidang lainnya. Saat ini, lebih dari 13 ribu pelajar dari Indonesia sedang menempuh pendidikan di negeri Tirai Bambu dengan berbagai macam latar belakang disiplin ilmu.

 

Penulis : Sitti Marwah, Mahasiswa Universitas Nanchang, Kota Nanchang, Tiongkok.

Penyunting: Bina Izzatu Dini, Departemen Media, Publikasi dan IT PPI Tiongkok.