Simposium PPI Dunia: CAIRO-OISAA

   

   

    Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia atau Overseas Indonesian Student Association Alliance (OISAA) merupakan organisasi para pelajar dan mahasiswa berkewarganegaraan Indonesia yang sedang belajar di luar negeri di pelbagai strata pendidikan/universitas (S1, S2, S3, Post Doktoral).

    PPI Dunia yang dibentuk pada bulan Oktober tahun 2007 dalam acara Konferensi Internasional Pelajar Indonesia (KIPI) di Sydney, Australia merupakan organisasi induk yang mencakup PPI dari 45 negara yaitu: Australia, Austria, Arab Saudi, Amerika Serikat, Afrika Selatan, Belanda, Belgia, China, Republik Ceko, Denmark, Finlandia, Hungaria, India, Inggris, Iran, Italia, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Lebanon, Libya, Malaysia, Maroko, Mesir, Kanada, New Zealand, Norwegia, Pakistan, Perancis, Philipina, Polandia, Portugal, Rusia, Singapura, Spanyol, Swedia, Swiss, Sudan, Syiria, Taiwan, Thailand, Turki, Tunisia, dan Yaman.

    Sejak awal dideklarasikan, PPI Dunia telah mengadakan berbagai kegiatan sebagai bentuk kontribusi para pelajar dan mahasiswa Indonesia di luar negeri untuk Indonesia dan dunia. Salah satu acara tahunan yang rutin diselenggarakan PPI Dunia adalah Simposium Internasional (SI). Acara ini tak hanya berperan sebagai wadah evaluasi keorganisasian. Simposium Internasional juga merupakan ajang silahturahmi PPI 45 negara. Acara rutinan yang termaktub dalam pasal 9 AD/ART PPI Dunia ini merupakan sebuah diskusi tukar pikiran, pendapat serta gagasan yang bertujuan menelurkan berbagai solusi baik dari permasalahan yang muncul di Indonesia maupun mancanegara.

    Den Haag, Belanda adalah tempat awal diadakannya Simposium Internasional PPI Dunia tahun 2009 silam. Kemudian berturut-turut London-Inggris, Kuala Lumpur-Malaysia, New Delhi-India, Bangkok-Thailand, Tokyo-Jepang, dan Singapura. Bedasarkan voting terbanyak pada Simposium Internasional 2015, Persatuan Pelajar dan Mahasiswa (PPMI) Mesir mendapatkan kehormatan sebagai tuan rumah untuk menyelenggarakan Simposium Internasional PPI Dunia ke-8 pada 24-29 Juli 2016.

    Berangkat dari keprihatinan melihat lunturnya identitas bangsa akibat dari perpecahan membela sebuah terma ideologi yang tak berujung, juga ketakjuban akan anggunnya peradaban bangsa lain sedangkan pemahaman terhadap identitas diri belum seutuhnya mengakar pada bangsa Indonesia sendiri. Simposium Internasional PPI Dunia 2016 mengusung tema “Memperteguh Identitas Bangsa Indonesia”.

    Dalam momen internasional ini akan digelar berbagai seminar kebangsaan yang dikhususkan pada lima aspek besar yaitu budaya, pendidikan, agama, ekonomi dan politik. Dimana lunturnya identitas bangsa kentara pada kelima aspek tersebut, sedangkan kelimanya merupakan inti sari kemajuan suatu bangsa dewasa ini. Agenda tahunan PPI Dunia ini pun diharapkan dapat menjadi ajang dialektika wawasan dan gagasan yang kelak akan direkomendasikan untuk kemajuan Indonesia di masa yang akan datang. Bersama para ahli di bidangnya, Simposium Internasional ini juga diharapkan menambah “daya gedor” perubahan yang terus harus selalu diupayakan bagi seluruh pelajar dan mahasiswa Indonesia di dalam dan luar negeri khususnya.

And Finally, “Cairo says Hello”

Bagus Ari Haryo Anugrah