Pro dan Kontra: Indonesia di G20 2016

Tangerang Selatan, 1 September 2016   |   14.53

 

Tergabungnya Indonesia dalam forum ekonomi international, G-20, sudah sejak lama menuai banyak kontroversi. Berbagai, pro dan kontra tentang keuntungan dan kerugian keterlibatan Indonesia dalam G-20 terus menerus disampaikan oleh para pemerhati ekonomi, baik negarawan, politikus, para investor, sampai pedagang-pedagang kelas menengah. 

Salah satu opini yang menarik banyak perhatian disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.  Usulan Susi agar Indonesia keluar dari G20 dinilai cukup kontroversial. Pasalnya, sebelum dilantik menjadi menteri, Susi merupakan pengusaha dalam bidang perikanan dan penerbangan.

“Gara-gara G20 kita tidak mendapatkan fasilitas 0 persen,” kata Susi menggapi kerugian yang dialami Indonesia dalam sektor perikanan. Menurut Susi, aturan pembebanan tarif pajak 14% pada impor hasil laut dan perikanan, sangat merugikan pada Indonesia.

“G20 tidak ada untungnya untuk kelautan kita. Karena ini kita jadi kena impor tarif, padahal nilai penjualan udang kita mencapai miliaran dolar Amerika,” lanjut Susi. 

Hal tersebut telah benar adanya, hingga 2014 lalu, Indonesia harus kehilangan US$150 juta dari total dari ekspor udang dengan total US$1.5 miliar.

Terkait hal ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan bahwa status Indonesia sebagai anggota G20 ditentukan oleh Presiden. Menurut JK, Indonesia tidak pernah mendaftar menjadi anggota G20, oleh sebab itu, tidak akan semudah itu untuk keluar dari G20.

JK memaparkan fakta bahwa Indonesia memang termasuk dalam 20 negara dengan GDP terbesar. Indonesia, merupakan satu-satunya negara ASEAN yang tergabung dalam G20, selain itu, hanya Indonesia dan Tiongkok yang merupakan negara dalam G20 dengan perkembagan ekonomi yang melebihi  6%.

“Selalu ada konsultasi tentang bagaimana cara memajukan ekonomi, serta ekonomi internasional kita akan selalu diatur dengan baik supaya ada keadilan,” tutup JK.

Meski pada bidang kelautan Indonesia mengalami kerugian, namun di sisi lain, Indonesia juga mendapatkan manfaat dari keanggotaan dalam G20, seperti:

  • Indonesia menjadi anggota Financial Stablity Forum (FSF), yang merupakan standart setting body bagi sistem keuangan.

  • Mendapatkan Defered Drawdown Option (DDO) dalam hal mengatasi tingkat kemiskinan dan pembagunan infrastruktur.

  • Negara maju yang tergabung di G20 berkomitmen untuk berkontribusi dalam meningkatkan sektor keuangan negara-negara berkembang.

 

Disusun oleh: CALVIN CHIU KURNIAWAN