Kunjungan Pengurus PPI Tiongkok dan Perhati ke Kantor BBC Indonesia

Pengurus PPI Tiongkok dan Perhati Photo Bersama pihak BBC Indonesia sesaat setelah berdiskusi
Pengurus PPI Tiongkok dan Perhati Photo bersama pihak BBC Indonesia sesaat setelah berdiskusi

Kunjungan ini merupakan kunjungan yang cukup menarik bagi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok. Hal ini dikarenakan Pengurus PPIT berkunjung ke kantor berita yang notabene-nya berasal dari inggris. Lalu apa menariknya? Menariknya karena kunjungan ini memiliki kepentingan yang sama, yaitu untuk memberikan berita yang sesuai fakta dan menangkal hoax yang saat ini sedang marak di Indonesia.

Diskusi mengenai keadaan pelajar Indonesia di Tiongkok
Diskusi mengenai keadaan pelajar Indonesia di Tiongkok

Raynaldo, selaku ketua umum PPIT, menyampaikan bahwa pelajar Indonesia di Tiongkok paling merasakan dampak menyebarnya hoax yang ada di Indonesia, khususnya hoax tentang sentimen Tiongkok. Fadlan Muzakki, yang merupakan ketua Departemen Pendidikan di PPIT menambahkan bahwa jumlah pelajar Indonesia di Tiongkok sebanyak 14.000 orang yang tersebar di puluhan kota di negeri Tirai Bambu tersebut. Hal ini merupakan potensi besar bagi media di Indonesia seperti BBC Indonesia jika mereka ingin mencari fakta dan kebenaran tentang berita ke 14.000 orang tersebut.

Kujungan yang dilakukan pada 29 Agustus 2017 tersebut juga dihadiri oleh pengurus Perkumpulan Persahabatan Alumni Tiongkok (Perhati) yang saat itu diwakilkan oleh wakil ketua umum Perhati (Adi Harsono), Sekretaris Jendral (Sudjadi), Deputy Head of Media Relation (Cheryl). Atas inisiasi dari Perhati dan PPI Tiongkok, kedua organisai tersebut mengadakan kunjungan ke kantor BBC dan menjajaki hal-hal yang bisa disinergikan kedepan.

Service Editor BBC Indonesia, Rebecca Henschke sedang menjelaskan keadaan kantor BBC Indonesia diselingi diskusi ringan mengenai berita-berita yang sedang ramai antara Indonesia dan Tiongkok
Service Editor BBC Indonesia, Rebecca Henschke sedang menjelaskan keadaan kantor BBC Indonesia diselingi diskusi ringan mengenai berita-berita yang sedang ramai antara Indonesia dan Tiongkok

Kunjungan tersebut mendapatkan tanggapan positif dari Rebecca Henschke selaku Service Editor di BBC Indonesia. Rebecca sangat tertarik mengupas lebih dalam kehidupan mahasiswa di Tiongkok karena dia belum pernah mendengar bahwa mahasiswa Indonesia di Tiongkok banyak yang beragama muslim dan bahkan lulusan pesantren. Hal ini menjadi menarik. Selain itu, PPI Tiongkok dapat menjalin kerja sama dalam bentuk pengiriman video seperti yang pernah dilakukan oleh PPI Rusia ke BBC Indonesia. Namun, pihak BBC Indonesia tidak pernah membuat MOU dengan pihak seperti organisasi PPI. Walaupun demikian, pihak BBC sangat mendorong PPIT untuk mengirim konten yang bernilai jurnalistik tinggi ke BBC. Jika ada konten yang sesuai dengan editorial plan kita, maka kita akan muat berita tersebut, ungkap Service Editor yang sudah 10 tahun menetap di Indonesia tersebut.