eSport: Dampak Positif Bermain Game

5 February 2018

Apakah yang dimaksud dengan eSport?

sSport (juga dikenal sebagai electronic sports, esports, e-sports, atau pro gaming) merupakan suatu istilah untuk kompetisi Permainan video multipemain, umumnya antara para pemain profesional. Jenis permainan video yang biasanya dihubungkan dengan eSport adalah real-time strategy (RTS), fighting, first-person shooter (FPS), and multiplayer online battle arena (MOBA). Turnamen seperti The International Dota 2 Championships, League of Legends World Championship, Battle.net World Championship Series, Evolution Championship Series, dan Intel Extreme Masters, menyediakan siaran langsung kompetisi dan juga hadiah tunai pada para kompetitor.

Apakah eSport Termasuk Olahraga?

Perdebatan mengenai eSport yang dikategorikan sebagai olahraga atau bukan memang mulai memanas akhir-akhir ini. “Menggunakan istilah ‘sport’ selalu menimbulkan argumen karena banyak orang yang memiliki interpretasi mereka sendiri kepada apa yang dimaksud dengan olahraga. Tapi kemampuan dan dedikasi yang para profesional berikan patut kita hormati,” masih menurut Roberts, seperti yang kami kutip dari The Market for Computer & Video Games (MCV).

Adam Apicella dari Major League Games (MLG) di Amerika Serikat juga menambahkan: “Tujuan kami selalu sama, yaitu mempresentasikan video game sebagai olahraga, bukan berkomentar bahwa bermain video game adalah olahraga. Dengan pemain-pemain kami, fan base yang bergairah di seluruh dunia, saya pikir kesamaan (video game) dengan olahraga tidak terbantahkan lagi.”

“Suatu hari nanti eSport akan dianggap sebagai olahraga. Ketika banyak orang menonton (American) football di televisi atau bertemu di pub untuk merayakan kemenangan timnya, mereka hanya menonton olahraga. Ini tidak ada bedanya dengan eSport,” tambahnya.

Untuk mendukung pernyataan Apicella di atas, kita bisa melihat final kejuaraan dunia Dota 2 yang ditonton oleh 20 juta orang tahun ini. Tahun lalu, pada kejuaraan League of Legends (LoL), ada 27 juta yang menonton finalnya dan 11,2 juta di antaranya menonton secara langsung. Bisa dibilang eSport sudah mulai menjadi maistream.

Seperti yang kita tahu, selain Dota 2 dan LoL yang tergolong multiplayer online battle arena, ada banyak tipe permainan yang tergolong eSport. Ada permainan berkelahi (fighting game), tembak-tembakan first-person shooter (FPS), permainan strategi (RTS atau real-time strategy), sampai permainan olahraga (sports games) yang benar-benar berkaitan langsung dengan olahraga.

Permainan olahraga yang terkenal di dunia dan memiliki kompetisi eSport-nya adalah FIFA Football (dari Electronic Arts Sports) dan NASCAR. Game-game tersebut memiliki kompetisi yang sudah terkenal juga, antara lain Electronic Sports World Cup dan Electronic Sports League.

Belum lagi jika kita sudah keluar konteks melihat game olahraga secara umum, kita bisa menemukan Pro Evolution Soccer, serial NBA 2K, Football Manager, dan lain sebagainya.

Jadi, apakah eSport merupakan olahraga? Definisi eSport memang masih kabur, tapi mungkin saja dalam beberapa waktu ke depan eSport bisa benar-benar menjadi olahraga, terutama dengan rencana organisasi eSport terbesar dunia, The International e-Sports Federation (IeSF), yang ingin bekerja sama dengan organisasi atletik untuk membuat eSport benar-benar sehat.

Kerja sama mereka dengan International Association of Athletics Federations (IAAF) tersebut memiliki proyek yang diberi nama “Athletics for a Better World”. Proyek ini dinilai “akan mengembangkan rencana latihan dan program kesehatan untuk membantu para pemain game profesional dan tingkat rekreasi untuk memiliki performa kesehatan yang tinggi”.

“IeSF ingin membuat eSport dianggap serius sebagai olahraga yang kompetitif,” menurut sebuah pernyataan dari mereka. “Karena selama satu dekade ini eSport telah terlupakan terutama ketika membicarakan para pemain game profesional. Banyak orang yang menyamakan mereka dengan stereotip orang yang malas ketika orang bermain game.”

Kerja sama IeSF dengan IAAF adalah salah satu langkah besar bagi eSport. Tahun lalu, eSport sudah masuk ke dalam TAFISA, The Association for International Sport for All, sebuah badan untuk gerakan olahraga kesehatan masyarakat dunia.

TAFISA sendiri sudah rutin mengadakan acara olahraga setaraf Olimpiade dengan nama TAFISA Games. 6th TAFISA World Sport for All Games bahkan akan dilangsungkan di Kota Jakarta pada 6 sampai 12 Oktober 2016.

Dampak Positif Bermain Game

Seiring dengan majunya globalisasi, teknologi pun semakin mudah diakses, membuat teknologi tidak lagi terpaku hanya untuk kegiatan profesional, teknologi sudah memasuki era hiburan sejak abad awal abad 20. Namun semakin lama stigma masyarakat terhadap hiburan teknologi atau yang acapkali disebut sebagai Game atau permainan online maupun offline  bukanlah merupakan pandangan yang baik, seringkali masyarakat (terutama orang tua)berpikir, bermain game hanya membuat anak saya menjadi bodoh, malas belajar, dan sebagainya. Tapi siapa yang mengira, ternyata bermain game sendiri punya banyak kelebihannya. Belakangan ini, banyak riset yang sudah dijalankan yang menunjukan bahwa ternyata bermain game juga turut serta dalam pembentukan karakter, dan pertumbuhan anak-anak anda.

1. Aktivitas Fisik

Ada banyak video game di pasaran yang dalam pengoperasiannya memerlukan beberapa jenis aktivitas fisik. Apakah itu menari atau bermain gitar. Di sinilah dibutuhkan kecerdikan orang tua untuk memiliki jenis game untuk anak-anak mereka, yang dapat memaksa mereka (anak-anak) untuk bergerak ketimbang harus duduk di sofa sepanjang hari.

2. Koordinasi Mata dan Tangan

Bermain video game sebenarnya dapat meningkatkan ketangkasan anak Anda, yang sangat berguna untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Sebenarnya banyak jenis olahraga yang dapat dilakukan untuk meningkatkan koordinasi antara tangan dan mata, tetapi hal itu kurang menarik keinginan anak-anak untuk mencobanya.

3. Keterampilan Sosial

Kurangnya keterampilan sosial dan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain secara teratur dapat merusak perkembangan anak dan bahkan menyebabkan depresi. Anak-anak yang pemalu dan kurang percaya diri ketika bersosialisasi dengan teman mereka mungkin akan lebih mudah membuka diri saat bermain video game. Dengan bermain game online, anak-anak dapat berinteraksi dengan banyak orang, bahkan orang yang tidak mereka kenal.

4. Peningkatan Kemampuan Belajar

Kompleksitas games memberikan anak Anda kesempatan untuk meningkatkan keterampilan kognitif seperti memecahkan masalah dan membuat keputusan. Video game telah berkembang ke titik di mana penggunanya harus mengambil kendali dan berpikir sendiri. Bahkan banyak permainan yang mendorong anak untuk menjadi sabar dan kreativ dalam memecahkan sebuah teka-teki sebelum mereka dapat maju ke tahap berikutnya.

5. Sportivitas dan Adil

Sportivitas dan adil (fair play) adalah nilai-nilai yang umum dikembangkan dalam olahraga dan organisasi. Game secara tidak langsung menawarkan Anak Anda nilai-nilai ini, terutama saat bersaing satu sama lain.

6. Kerjasama Tim

Kerjasama dan kebutuhan untuk membangun team work kuat pengaruhnya saat anak bermain video game. Beberapa game online misalnya, yang membutuhkan sebuah kerjasama tim untuk mencapai kemenangan.

7. Melatih Konsentrasi

Banyak video games yang diciptakan dengan tujuan untuk melatih konsentrasi anak. Salah satu contohnya adalah game “Angry Bird” Game ini mengajarkan anak-anak agar dapat memfokuskan pikiran untuk melewati rintangan yang disediakan.

8. Melatih Penggunaan Bahasa Asing

Kebanyakan video game yang tersedia dan dapat dimainkan menggunakan bahasa yang global yaitu Bahasa Inggris. Dengan memainkan video game, anak akan dapat mempelajari sedikit demi sedikit bahasa tersebut untuk memahami maksud dari video game yang dimainkan.

9. Menghilangkan Stress

Mungkin menyegarkan pikiran merupakan dampak bermain positif bermain game yang paling umum untuk orang-orang. Karena biasanya, orang-orang akan mengatakan untuk berhenti bekerja sejenak dan beralihlah untuk bermain game. Hal tersebut merupakan benar karena bila kita sudah tidak bisa lagi menemukan ide atau lelah dalam bekerja, beristirahat dan bermain game merupakan solusi. Tanpa kita sadari bila bermain game kita akan merasa rileks kembali dan pada akhirnya mempu kembali produktif untuk bekerja.

 

Tidak disangka ya, ternyata game yang merupakan sebuah hal yang dianggap buruk di mata masyarakat ternyata mempunyai banyak sekali keuntungannya. Tapi sebagai orang tua yang baik, harus tetap mengawasi anaknya dalam mengkonsumsi game game tersebut, harus sesuai sensor game tersebut, dan juga dalam jangka konsumsi yang wajar.

 

PPIT Rumble of Dota2: Series III

Halo teman-teman Indonesia di Tiongkok, salam olahraga!!!

Ada kabar baik nih buat kamu pecinta E-Sport terutama buat kamu yang suka game DOTA 2, departemen olahraga PPI Tiongkok bekerjasama dengan PPIT Region Utara akan mengadakan proker tahunan dengan nama “PPIT Rumble of Dota2: Series III” yang jelas acara ini akan menjadi kompetisi    E-Sport terbesar dalam sejarah PPI Tiongkok, jadi jangan sia-siakan lagi kesempatan ini persiapkan tim terkuatmu dan jadilah juaranya!!! Dapatkan hadiah dengan jumlah total Rp, 6.000.000,00 jadi tunggu apalagi? Yuk daftar !!

For more information:

  • Region Utara : SATRYO WIBOWO (18222635524) Wechat id : ryoo_75
  • Region Selatan : JULIO UTOMO (13284257928) Wechat id : tomoxiv
  • Region Timur : MALVIN CHANDRA (13122921209) Wechat id : Malvin1995

Leave a Reply:

Your email address will not be published.