Sanggar Wayang – Sanggar Budaya Hangzhou Terbentuk

22 April 2018

Hangzhou (1/12) – Kesenian merupakan salah satu divisi yang dimiliki oleh seluruh cabang di PPI Tiongkok termasuk Hangzhou. Periode sebelumnya, divisi kesenian di kota Hangzhou masih disatukan oleh Olahraga yang menyebabkan terjadinya tumpang tindih diantara kedua hal tersebut. Mulai dari kepemimpinan William Hans, ketua PPI Tiongkok Cabang Hangzhou periode ini, beliau membagi divisi tersebut menjadi 2 divisi berbeda yang akhirnya setiap divisi bisa berkarya.

Divisi Seni Budaya PPI Tiongkok Cabang Hangzhou tergolong baru karena sebelumnya belum ada catatan mengenai hal-hal berkaitan dengan kesenian kecuali tari Ratoh Jaroe yang ditampilkan di Kongres dan Simposium PPI Tiongkok. Mimpi divisi Seni Budaya sendiri ingin membuat suatu wadah untuk menampung minat dan bakat orang Indonesia yang ada di Hangzhou. Akhirnya, ada ide untuk membuat suatu sanggar yang bertujuan untu mengumpulkan teman-teman sekitar Hangzhou yang memiliki minat dalam mengembangkan kesenian.

Pembuatan sanggar dimulai dengan membuka kelas tari Ratoh Jaroe bagi orang Indonesia yang tinggal di Hangzhou. Dengan perencanaan yang matang, akhirnya open class pun dibuka dengan peserta pertama sekitar 17 orang yang pada saat itu sudah mencukupi. Kelas pertama dibuka di Zhejiang University YuQuan College yang posisinya cukup di tengah kota sehingga bisa terjangkau oleh seluruh peserta. Latihan berlangsung cukup seru, banyak peserta yang menunjukkan antusias yang sangat menjanjikan untuk pembukaan sanggar seni.

Jika hanya terus latihan tanpa ada wadah untuk menampilkan juga tidak membuat peserta semangat untuk latihan. Akhirnya, untuk pertama kalinya, para peserta pun yang awalnya datang hanya untuk open class mulai mendapatkan kesempatan untuk tampil di Zhejiang University of Science and Technology Culture Festival 2017. Mereka berkesempatan untuk memperkenalkan budaya Indonesia yakni tari Ratoh Jaroe di depan beberapa negara lain. Penampilan tersebut membuat negara lain kagum karena gerakan-gerakan Ratoh Jaroe yang sangat sinkron meskipun latihannya dibilang cukup mendadak.

Melalui tarian tersebut akhirnya dibentuklah Sanggar budaya pertamadi Hangzhou, Sanggar Wayang (Warisan Budaya Bangsa). Diharapkan melalui sanggar ini dapat menampung bakat-bakat penduduk Indonesia yang ada di Hangzhou, baik seni tari maupun musik. Kedepannya juga diharapkan dapat menjadi sebuah identitas budaya Indonesia yang ada di Hangzhou.

Oleh: Fandy Putra Limanto

Leave a Reply:

Your email address will not be published.