17 November: Sejarah dan Perjuangan Hari Pelajar Internasional

Penulis: Alice Pricillya | Sun Yat-Sen University

PPITIONGKOK.org – Penetapan Hari Pelajar Internasional pada tanggal 17 November setiap tahunnya bukanlah suatu kebetulan, namun ada cerita tragis dibaliknya. 

Pada tanggal 30 September 1938, 20 tahun setelah berhentinya Perang Dunia I, Jerman, Prancis, Inggris dan Italia menandatangani ‘Persetujuan München’ dimana ketiga negara menyetujui untuk membiarkan Jerman menganeksasi hanya Sudentenland, yaitu bagian dari Cekoslowakia yang menjadi tempat tinggal 3 juta etnis Jerman, untuk menghindari ancaman perang yang baru. Dengan 66% batu bara, 70% besi dan baja, serta 70% daya listrik yang berada dibawah Sudentenland yang dikendalikan Jerman, bangsa Ceko kini menjadi tidak berdaya atas dominasi Jerman. Maka dari itu, pemerintah Ceko berusaha sekuat tenaga untuk tidak memprovokasi Hitler, salah satu caranya adalah dengan memberhentikan semua guru Yahudi di sekolah mayoritas etnis-Jerman. Akan tetapi, Jerman mengingkari perjanjiannya dengan segala pihak, kembali merampas dua wilayah tanah Ceko, yakni Bohemia dan Moravia pada Maret 1939. 

Perang Dunia II akhirnya terjadi pada 1 September 1939, dan 6 minggu kemudian, pada tanggal 28 Oktober, tibalah hari dimana seharusnya bangsa Ceko memperingati Hari Deklarasi Kemerdekaan Cekoslowakia yang ke 21. Seorang mahasiswa kedokteran bernama Jan Opletal beserta dengan rekan-rekannya merancang selebaran untuk mengajak penduduk Ceko agar menentang Protektorat Nazi, disusul dengan demonstrasi mahasiswa dan pemuda massal di Praha pada hari yang sama. Jan Opletal tertembak pada aksi demonstrasi itu dan meninggal 2 minggu kemudian pada tanggal 11 November. Prosesi pemakaman Opletal yang awalnya berlangsung dengan damai dan dihadiri oleh ribuan siswa berubah menjadi demonstrasi anti-Nazi yang penuh kekerasan. 

Aksi para siswa yang merobohkan papan jalan Jerman dianggap sebagai sebuah penghinaan dan memprovokasi pemerintah Nazi, sehingga mereka akhirnya menutup semua universitas dan perguruan tinggi Ceko pada 17 November. Seorang saksi dari peristiwa, Josef Jira, yang mengenal Opletal secara pribadi dan dipilih untuk membawa karangan bunga ke kuburannya, mengatakan bahwa Gestapo (polisi rahasia resmi Jerman) dan tentara Jerman telah menyerbu asrama siswa di Praha, Brno, dan Příbram di pagi buta, menembak siapapun yang menyembunyikan informasi, dan menyeret siswa ke penjara Ruzyně. Sembilan pemimpin himpunan mahasiswa dan profesor dibunuh oleh Nazi di Praha, lebih dari 1.200 lainnya dikirim ke camp konsentrasi. 

Akibat tragedi tersebut, tanggal 17 November 1941 ditetapkan sebagai Hari Pelajar Internasional. Pada hari ini pun, universitas di seluruh dunia memperingati Hari Pelajar Internasional bukan hanya untuk menunjukkan keberagaman dan multikultaralisme, tetapi juga untuk membuka kesempatan dan mendorong mahasiwa-mahasiswa agar menjadi lebih aktif dan terlibat.

Salam Perhimpunan!

PPI Tiongkok 2020-2021

Berdaya-Berkarya-Bersama

Referensi:

Hilmar-Jezek, K. (2019), International Students’ Day Began with the Czechs, Everything Czech [online]. Available at: http://www.tresbohemes.com/2019/11/today-is-international-students-day/ [Accessed 16 Nov. 2020]

Kenety, B. (2005), The 17th of November: Remembering Jan Opletal, Martyr of An Occupied Nation, Radio Prague International [online]. Available at: https://english.radio.cz/17th-november-remembering-jan-opletal-martyr-occupied-nation-8625677 [Accessed 16 Nov. 2020]

Nazis Take Czechoslovakia (2009), HISTORY [online]. Available at: https://www.history.com/this-day-in-history/nazis-take-czechoslovakia [Accessed 16 Nov. 2020]

Leave a Comment

Your email address will not be published.