Gula, Si Pengundang Penyakit

13 September 2019

Sumber: https://lisathatcher.files.wordpress.com/2015/03/that-sugar-film-3-620×257.png

Hayo, siapa di antara teman-teman yang tidak suka makanan manis? Pasti banyak orang yang akan yakin menjawab “iya” bila mendapat pertanyaan ini. Dari sekian banyak jenis makanan, kita bisa menemukan banyak sekali makanan yang didominasi oleh rasa manis, misalnya cokelat, permen, dan minuman bersoda. Belum lagi, saat ini banyak sekali minuman manis yang sedang nge-tren, seperti milk tea atau bubble tea, bahkan untuk membelinya pun harus rela antri berjam-jam. Rasa manis ini tentunya ditimbulkan oleh penambahan zat gula sebagai bahan utama makanan. Tetapi, apakah teman-teman tahu seberapa besar dampak yang bisa ditimbulkan oleh gula pada tubuh manusia bila dikonsumsi terus-menerus? Jawabannya ada pada ulasan di bawah ini!

Mengenai dampak konsumsi gula pada tubuh manusia, sebuah film dokumenter berjudul The Sugar Film cukup representatif untuk dijadikan referensi. Film ini diproduksi pada tahun 2014, disutradarai sekaligus dibintangi oleh seorang aktor asal Australia, Damon Gameau. The Sugar Film menceritakan ekperimen pribadi Gameau selama 60 hari tentang perubahan pola makan dirinya, Gameau yang pada awalnya “anti gula pasir” menjadi mengonsumsi 40 sendok teh gula per hari, atau kadar harian gula yang dikonsumsi kebanyakan penduduk Australia usia 19 hingga 30 tahun. 

Ada beberapa poin penting yang perlu kita cermati melalui eksperimen ini. Pertama, Gameau tetap mempertahankan intensitas waktu olahraganya seperti biasa. Kedua, selama eksperimen, Gameau menghindari mengonsumsi junk food atau makanan tidak bergizi, seperti burger dan keripik kentang. Ketiga, ia juga menghindari mengonsumsi makanan berkadar gula tinggi, contohnya es krim, cokelat, dan wafer. Namun, sebenarnya target konsumsi 40 sendok teh gula setiap hari justru akan Gameau penuhi melalui “gula tersembunyi” yang dapat ditemukan dalam produk kemasan yoghurt, sereal, jus, minuman isotonik, dan bumbu masakan berlabel “makanan sehat”. Dimana produk-produk tersebut biasa kita kenal sebagai alternatif makanan sehat, produk produk ini dapat kita jumpai dengan iklan-iklan yang memamerkan buah segar atau padang gandum kecoklatan.

Lalu, bagaimana hasil eksperimen Gameau? Hasilnya sangat mengejutkan! Dalam 12 hari,  berat badan Gameau bertambah sebanyak 3 kilogram. Dan pada hari ke-18, dalam tubuh Gameau ditemukan penumpukan lemak berlebih di hati (fatty liver disease), yang bisa menyebabkan gagal hati bila tidak segera diatasi. Hingga pada akhir eksperimen, tepatnya pada hari ke-60, berat badan Gameau sudah bertambah 8,5 kilogram. Selain itu, tubuhnya juga menunjukkan perkembangan pre-diabetes tipe 2 dan risiko penyakit hati. Lemak perut Gameau bertambah sebanyak 10 sentimeter, ia juga mengalami penurunan fungsi kognitif dan perubahan suasana hati secara tidak stabil. Akhirnya setelah eksperimen ini berakhir, Gameau kembali kepada pola makan awal, sehingga penyakit-penyakit yang ia alami akibat eksperimen ini secara drastis membaik.

Kesimpulannya adalah tidak peduli seberapa sering kita berolahraga, mengonsumsi gula secara berlebih akan menyebabkan tubuh kita mengalami kerusakan. Hal ini dikarenakan gula merupakan zat yang apabila tidak digunakan sebagai sumber energi, maka akan disimpan tubuh sebagai lemak. Jadi, bagi teman-teman yang sedang berusaha menurunkan berat badan dengan berolahraga rutin, namun beratnya tetap tidak mengalami penurunan, maka bisa jadi bukan olahraga kalian yang tidak cocok, melainkan asupan bahan bakar seperti konsumsi gula yang tidak sesuai. Yuk kita batasi konsumsi gula harian kita. Kita bisa menggantinya dengan alternatif rasa manis yang lebih alami, misalnya menggunakan madu dan daun stevia. Salam olahraga!

Penulis: David Gautama 

Sun Yat-sen University

Editor: Chatya Kurnia Ramadhyanti Putri

Changzhou Institute of Technology 

Leave a Reply:

Your email address will not be published.