Hapus Perbudakan Modern!

Penulis: Ayu Fitri Rahmawati | Yangzhou Polytechnic College

Seiring dengan perubahan zaman, kata “budak” tampaknya telah berkembang menjadi memori sejarah yang menyakitkan. Menurut statistik dari Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), lebih dari 40 juta orang di seluruh dunia telah menjadi korban perbudakan modern. Yang terlibat dalam pekerja seks atau kerja paksa di bawah penindasan, penipuan, dan pemaksaan kelompok kriminal setiap hari, menjalani kehidupan yang menyedihkan sebagai “budak modern”. Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan kepada semua negara untuk dengan sungguh-sungguh untuk memenuhi komitmen mereka, terus memperkuat tekad dan keberanian mereka untuk memerangi perdagangan manusia, dan memperkenalkan sistem hukum yang efektif untuk tujuan ini.

Selain itu, lebih dari 150 juta anak dikurangi menjadi pekerja anak, terhitung hampir sepersepuluh anak di dunia.

Berikut beberapa fakta dan angka mengenai kasus perbudakan modern:

  • Diperkirakan total 40,3 juta orang di seluruh dunia telah menjadi korban perbudakan modern, dimana sekitar 24,9 juta telah dipaksa untuk bekerja dan 15,4 juta telah menjadi korban kawin paksa.
  • Untuk setiap 1.000 orang di dunia, 5,4% adalah korban perbudakan modern.
  • Untuk setiap 4 budak, salah satu di antaranya adalah anak di bawah umur.
  • 24,9 juta orang menjadi sasaran kerja paksa, dimana 16 juta di antaranya dieksploitasi di sektor swasta, seperti pekerjaan rumah tangga, konstruksi, atau pertanian; 4,8 juta menjadi sasaran eksploitasi seksual paksa; 4,1 juta dipaksa bekerja oleh otoritas nasional.
  • Perempuan dan anak perempuan secara khusus terkena dampak kerja paksa, 99% korban di industri seks komersial adalah perempuan, sedangkan di industri lain proporsinya hanya 58%.

ILO mengeluarkan perjanjian baru yang mengikat secara hukum untuk memperkuat upaya global untuk menghapus kerja paksa yang mulai berlaku pada November 2016.

Mengapa kita perlu memperingati Hari Penghapusan Perbudakan Internasional?

Hari Penghapusan Perbudakan Internasional adalah kesempatan untuk meningkatkan kesadaran publik tentang masalah terkait, yakni pemberantasan bentuk perbudakan modern seperti perdagangan manusia, eksploitasi seksual, pekerja anak, kawin paksa, dan perekrutan paksa anak-anak untuk digunakan dalam konflik bersenjata.

Akhirnya setiap tanggal 2 Desember, warga dunia memperingati sebagai Hari Penghapusan Perbudakan Internasional atau International Day for the Abolition of Slavery.

Salam Perhimpunan!

PPI Tiongkok 2020-2021

Berdaya-Berkarya-Bersama

Leave a Comment

Your email address will not be published.