Lukisan Zhang Ningyang dalam buku sains tanah Oleh: Susi Safitri dan Nanang Zulkarnaen

17 September 2019

Mari sejenak menyoal emisi gas rumah kaca (GRK). Tiga jenis GRK yang ditengarai bisa membuat bumi makin panas saat emisinya di atmosfer berlebih adalah karbon dioksida (CO2), nirous oxide (N2O), dan methane (CH4). 

Ketika CO2 digadang-gadang sangat istimewa karena menjadi penyebab utama, Intergovernmental Panel on Climate Change di 2001 mensinyalir potensi gas N2O terhadap pemanasan global sebesar 296 kali lebih kuat dari CO2. Waktu paruh diatmosfernya selama 160 tahun. Adapun efektivitas pemanasan gas CH4, 23 kali lebih besar dibandingkan dengan CO2, dengan waktu paruh 15 tahun. 

Alih fungsi lahan, pemupukan, dan cara bertani adalah aktifitas manusia yang dapat meningkatkan tiga jenis emisi GRK dimaksud. Dalam konteks ini, pertanian dan tanah menjadi hal yang sangat penting.

Berawal dari Mimpi 

Membaca artikel Bagja Hidayat yang dimuat Forest Digest Edisi April–Juni 2019 “Ode untuk Greta Thunberg”, mengingatkan saya kepada siswa berumur 13 tahun. Zhang Ningyang. Ia seorang murid sekolah tingkat pertama di Nanjing, China. Greta Thunberg seperti ditulis dalam artikel, adalah anak belia yang menunjukkan kepedulian terhadap bumi yang memanas. Akibat perubahan iklim oleh sebab emisi GRK yang berlebih. Zhang Ningyang pun demikian, juga anak belia. Ia tumbuh dalam keluarga yang terlibat dalam penelitian dan pengajaran tanah. Zhang Ningyang memiliki keingintahuan yang tinggi akan tanah. Misalnya, ia selalu penasaran dengan begitu banyaknya hewan kecil yang hidup di tanah. 

“Apa yang mereka lakukan?”.

“Mengapa mereka memilih tanah sebagai tempat tinggal?” 

“Dari mana masing-masing komponen di dalamnya berasal? 

“Bagaimana mereka bergaul dengan “dunia luar”?”

Pertanyaan-pertanyaan yang menurut saya kelak dapat memandu pada bagaimana GRK terproduksi dalam tanah. 

Zhang Ningyang memang punya mimpi besar untuk jadi ilmuwan tanah.” Mungkin suatu hari, saya akan melakukan percobaan yang lebih eksperimental dan menemukan keajaiban lain dari tanah”, katanya. 

Zhang Ningyang juga pintar melukis. Ia memupuk kecintaanya terhadap tanah dengan melukis sejak usia 10 tahun. Dan ini pulalah yang mendorong seorang profesor bekerjasama dengannya. Prof Cai Zucong, seorang ilmuan tanah kebanggaan Negara Tiongkok. Dengan lebih dari 30 tahun karir penelitian profesionalnya dibidang tanah, karyanya telah dimuat dalam ratusan jurnal berreputasi internasional. 

Mereka berdua bekerjasama menyusun buku sains dasar yang dilengkapi dengan ilustrasi tentang tanah untuk anak-anak. Buku sains populer berbahasa mandarin yang mereka tulis, berjudul: Keajaiban tanah (神奇的土壤, Shénqí de tǔrǎng). Buku yang diterbitkan oleh China Science Publishing and Media Ltd (CSPM) itu, terbit di Bulan Maret 2019, buku dengan nomor ISBN 978-7-03-060502-3 ini dikemas dengan sangat apik. Tebalnya 34 halaman.  Memuat 16 bab topik penting dan disertai pula dengan 16 buah lukisan. 

Harapan besar setelah membacanya adalah: pertama, mengerti atribut dasar dan fungsi tanah; kedua, tertanamnya kesadaran mendalam untuk mencintai dan menjaga tanah sejak dini; dan ketiga, memberi perhatian besar akan pentingnya tanah sebagai penyedia kebutuhan pokok manusia dan penjaga keamanan ekologis lingkungan.  

“Buku ini membuka tabir ajaib tentang tanah dalam bentuk lukisan unik, semoga anak-anak akan menyukainya”, tulis professor dipengantarnya. Dan berikut rangkuman yang patut diketahui khalayak.

Hubungan erat Tanah dan Manusia

Tanah adalah permukaan bumi yang relatif lunak dan merupakan dasar untuk kelangsungan hidup manusia. Dibutuhkan seratus tahun atau lebih untuk membentuk tanah setebal 1 cm, tetapi tanah mudah dihancurkan. Kehidupan kita tidak dapat dipisahkan dari tanah. Sebagian besar makanan dan serat yang dibutuhkan oleh manusia, langsung atau tidak langsung, berasal dari tanah. 

Tanah yang tiap harinya menjadi pijakkan kaki kita, dari luar nampak begitu sunyi, tetapi nyatanya bagian dalam tanah itu sangat ramai. Setiap gram tanah adalah rumah bagi ratusan juta atau bahkan milyaran mikroba. Ada juga sejumlah besar kecoa, serangga dan tikus, yang merupakan biota bawah tanah yang sangat besar. Mikroorganisme dan hewan di tanah menggunakan bahan organik tanah, sekresi akar tanaman, dan sisa akar sebagai makanan, dan bebas hidup di tanah, membuat tanah penuh vitalitas.

Seperti halnya manusia tanah juga bernafas, mereka menguras bahan organik (yaitu, energi dari makanan) dan oksigen (O2), dan menghembuskan CO2. Dalam biota tanah yang luas, ada beberapa spesies yang tidak membutuhkan oksigen untuk bernafas. Ketika tanah tergenang, dimana O2 tidak tersedia, mereka menguras bahan organik dan menghembuskan CO2 dan CH4. CH4 yang dihembuskan ke udara dari tanah yang terendam akan meningkatkan suhu atmosfer, jadi kita perlu menemukan cara untuk mengurangi metana yang dibuang dengan cara ini. Dari proses inilah emisi GRK seperti disebut dimuka, di mulai.

Manfaat Tanah

Tanah memiliki fungsi yang sangat besar, dan tanpanya, kita tidak bisa bertahan hidup. Fungsi tanah yang paling penting bagi kita adalah “menghasilkan” makanan, serat (seperti kapas), buah-buahan, kayu, serta kebutuhan lainnya. Selain itu, tanah tidak hanya menyediakan tanaman untuk tempat hidup tapi juga menyediakan nutrisi dan kelembaban yang diperlukan untuk tanaman. 

Tanah adalah sebuah “pabrik pengolahan” terbesar di dunia. “Pabrik pengolahan” ini menggunakan serasah tanaman, akar mati, jerami tanaman, kotoran manusia dan hewan serta urin, sampah rumah tangga sebagai “bahan baku” dan menggunakan biota seperti serangga, cacing tanah, nematoda, jamur dan bakteri di tanah sebagai “pekerja” untuk mengolah “bahan mentah” ini menjadi bahan organik tanah dan menjadi salah satu komponen mereka sendiri. Pada saat yang sama, unsur-unsur hara dalam “bahan baku” ini dilepaskan, yang disediakan bagi tanaman untuk menyerap dan melepaskan CO2 untuk menjaga konsentrasinya di atmosfer tetap stabil. 

Sekitar setengah dari ruang di tanah adalah pori-pori yang menyimpan kelembaban. Lapisan tanah sedalam satu meter, jika terisi penuh, dapat menyimpan 200-500 mm air. Karena itu, tanah juga merupakan tempat penyimpanan air yang sangat besar. Ketika tanah tertutupi oleh bangunan dan jalan raya, air tidak akan masuk ke tanah, dan tanah tidak akan lagi memiliki penyimpanan air. 

Gangguan pada Tanah

Tanah memiliki kemampuan untuk mengubah sampah menjadi harta. Namun, tidak semuanya. Unsur-unsur beracun seperti kadmium, merkuri, timbal masuk ke dalam tanah akan sulit dibuang, dan menumpuk mencemari tanah. Jika kita membuang semua sampah ke tanah dan menggunakannya sebagai tempat membuang semua jenis limbah, maka tanah akan tercemar. 

Tanah menyediakan air dan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Saat memanen tanaman, nutrisi yang diserap dari tanah terbawa. Jika nutrisi ini tidak dikembalikan, nutrisi ini akan berkurang atau bahkan habis di tanah. Jika tanaman ditanam terlalu padat, jumlah penanaman yang terlalu banyak setiap tahunnya, dan ketika tanah membutuhkan banyak pemrosesan dan pengembalian, seperti manusia ia akan merasa lelah. Ia akan terlambat mengolahnya, akibatnya tanaman tidak akan mendapatkan cukup nutrisi. 

Permukaan tanah akan tersapu oleh hujan. Dan jika tak terlindungi, tanah akan tersapu angin menjadi rusak dan gersang. Efek hujan dan angin pada pemindahan tanah disebut erosi tanah. Dengan peningkatan populasi dunia dan pengembangan teknologi industri yang masif, sumber daya tanah menjadi semakin langka, dan kerusakannya menjadi semakin serius.

Menjaga tanah, menjaga manusia

Dalam ilustrasi lukisan di halaman 33 buku ini, Zhang Ningyang menuliskan empat karakter mandarin : 保护土壤. Dibaca Bǎohù tǔrǎng berarti lindungi tanah. Karena “Melindungi tanah berarti melindungi manusia itu sendiri” kata Profesor Cai. Lalu bagaimana cara melindunginya? Ini yang perlu diperhatikan: 

Pertama, kita tidak dapat membangun gedung dan jalan terlalu banyak. Penyediaan lahan yang cukup untuk tanaman menjadikan tercukupinya kebutuhan pangan kita.

Kedua, kita tidak dapat memisahkan tanah dari tanaman dan tidak memberikan peluang terjadinya erosi tanah oleh air dan angin.

Ketiga, kita seharusnya tidak menanam terlalu banyak dan menggunakan terlalu banyak pupuk, gunakan pupuk organik ke tanah, dengan demikian biota dalam tanah yang sudah bekerja keras memiliki asupan makanan yang cukup. 

Keempat, kita juga tidak boleh memanfaatkan terlalu berlebihan kemampuan tanah untuk mengubah limbah menjadi harta, jika tidak maka akan malah mencemari tanah tersebut.

Penutup

Ilustrasi Zhang Ningyang dalam buku sains dasar populer mempermudah anak-anak memahami isi buku sejak awal hingga akhir. Saat Profesor Cai menekankan bahwa tanah menyediakan untuk manusia makanan, serat, buah, sayuran dan sebagainya, serta membantu manusia secara alami untuk mendaur ulang sampah. Saat Profesor Cai menganalogikan tanah dengan manusia: “Tanah bisa kelelahan, menderita sakit, kehilangan nyawanya, jadi tanah juga membutuhkan perawatan manusia”. Perawatan yang benar, termasuk dalam praktik pertanian, membantu mengurangi emisi GRK: untuk memperlambat memanasnya bumi, tempat tinggal manusia.[] Nanjing, 10 September 2019

Penulis:

Susi Safitri  adalah mahasiswi pasca sarjana Nanjing University of Information Science  and Technology

Nanang Zulkarnaen adalah mahasiswa program doctoral Ecological Geography School of Geography Science Nanjing Normal University

Leave a Reply:

Your email address will not be published.