NGOPI Series 4.0: Your Network is Your Net Worth

Penulis: Nova Edvike Trinanda | Sichuan University

PPITIONGKOK.org – Bidang Relasi Alumni dan Bursa Kerja PPI Tiongkok (13/12/2020), kembali mengadakan webinar “Ngobrol Seputar Profesi (Ngopi)” series 4.0 melalui aplikasi Zoom Meeting. Tema yang diangkat sangat menarik, yaitu “Your Worth is Your Net Worth”, dengan fokus pembahasan tentang LinkedIn yang merupakan aplikasi terbesar bagi job hunter

Webinar NGOPI kali ini mendatangkan narasumber milenial dan profesional, diantaranya Rastrianaz dan Khairullah Dahlan.

Rastrianaz yang merupakan Co-Founder KitaCodan Talk to Coach menjadi pembicara pertama webinar. Selain yang telah disebutkan di atas, Rastrianaz juga merupakan seorang mantan perekrut perusahaan Starbuck. Dalam kesempatan kali ini ia menyampaikan hal-hal mengenai LinkedIn dan cara penggunaannya. Sebagai pemburu pekerjaan, tujuan utama menggunakan LinkedIn adalah professional networkingconnecting, dan job searching. Sedangkan untuk perusahaan, tujuan utamanya adalah untuk recruiting dan sharing company information. LinkedIn saat ini menjadi platform online present, seperti online CV yang bisa membantu personal branding masing-masing. 

Merujuk pada LinkedIn, fokus utamanya ialah mencari pekerjaan. Sebagai seseorang yang pernah mendalami bidang perekrutan, ia membagikan hal-hal yang diperhatikan oleh seorang perekrut dalam merekrut pekerja.

1. Your Story: pada bagian ini perekrut akan mencari tentang backgroundaspiration serta personality masing-masing kandidat yang melamar pekerjaan. 

2. Your Competency: selain sisi personal, perekrut juga sangat memperhatikan skill, knowledge dan attitude yang merupakan hal paling penting dalam pekerjaan.

3. Your Credential: experience, education, dan portofolio juga sangat menunjang personal branding dari segi eksternal.

Selain 3 poin di atas, perekrut juga sangat memperhatikan profil LinkedIn kandidat, salah satunya adalah kelengkapan profil. Lalu bagaimana cara membuat profil “all-star” di profil LinkedIn? 

“Intinya fokus kepada konten, bukan hanya sekedar memberikan informasi posisi jabatan yang pernah kalian ambil. Karena sebagai seorang kandidat, detail job description sangatlah penting untuk perekrut mengetahui kemampuan kalian, dan kalian harus be more spesific untuk memberikan highlight dari diri kalian,” ucap Ratrianez.

Beralih ke narasumber kedua, Khairullah Dahlan (Laode) merupakan Head of Human Resource Development (HRD) di Narasi TV. Pada kesempatan kali ini, Laode sharing tentang bagaimana cara terhubung dengan HR di sosial media, khususnya LinkedIn. 

Terdapat 3 karakter yang harus diperhatikan ketika masuk ke dunia kerja. Pertama, yakin dengan calon perusahaan. Kedua, pahami culture perusahaan. Ketiga, kepo dengan LinkedIn atau sosial media perusahaan. Selain poin di atas, hal lain yang harus diketahui ialah proses hiring, 85% hiring team menggunakan sosial media untuk melakukan sourcing, selection dan placement.

Berbicara tentang LinkedIn, persiapan diri dan senjata menjadi hal penting dalam proses hiring, salah satunya adalah penjelasan detail mengenai portofolio dan pengalaman kerja. Selain itu, soft skills dan kemampuan bahasa asing juga menjadi nilai plus yang sangat dipertimbangkan HR.

Laode juga memberikan trick untuk profile di LinkedIn, diantaranya: 1) Gunakan foto profil profesional; 2) Pilih headline profil yang tepat; 3) Gunakan ringkasan kamu; 4) Sorot pengalaman kamu; 5) Minta rekomendasi; 6) Bagikan hasil karya; 7) URL publik.

Connecting with HR tidak akan efektif jika tidak dilengkapi dengan upgrade knowledge, improvisasi skill, dan yang terakhir juga attitude dan perilaku kalian di sosial media, karena hal-hal di atas akan masuk dalam proses sourcing,” ucap Laode sekaligus menutup sesinya.

Salam Perhimpunan!

PPI Tiongkok 2020-2021

Berdaya, Berkarya, Bersama

Leave a Comment

Your email address will not be published.