Press Rilis PCIM Tiongkok

16 September 2018

(Kamis, 13/09/18) KBRI Beijing kembali ramai dengan kedatangan Ketua Umum Pimpinan Muhammadiyah yakni Dr. H Haedar Nashir  beserta para rombongan dalam rangka menghadiri kegiatan “Spritual Gathering” bersama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Tiongkok (PCIM Tiongkok). Kegiatan yang diterima langsung oleh Dubes RI untuk Tiongkok merangkap Mongolia H. E. Mr. Djauhari Oratmngun ini berjalan lancar dengan diskusi makan malam yang menjadi susunan awal kegiatan.  Para undangan cabang Regional Shanghai, Nanjing, Hangzhou, Wuhan, Beijing, serta warga Muhammadiyah, staff KBRI, simpatisan, dan berbage organisasi keislaman di Tiongkok turut hadir dalam kegiatan ini. Lancarnya kegiatan Spiritual Gathering juga merupakan berkat bantuan para pengurus harian Lingkar Pengajian Beijing beserta para pengurus PCIM Tiongkok.

Dalam kesempatan tersebut Haedar Nashir mengungkapkan bahwa lawatan PP Muhammadiyah ke Tiongkok merupakan undangan dari Pemerintah Tiongkok melalui kedutaan besar di Jakarta. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula KBRI diawali dengan sambutan Ketua PCIM Tiongkok Bapak Endy Sjaiful Alim menyampaikan dalam pidatonya “Spiritual Gathering dimaksudkan untuk merangkul semua komponen bangsa, dalam kebersamaan membangun spirit untuk kemajuan masa depan. Generasi milenial berkemajuan adalah generasi harapan yang akan mewarnai peradaban bangsa di masa datang. Di tanah Tiongkok ini telah berkumpul 14 ribu lebih mahasiswa yang secara langsung dapat pengalaman di negera yang jumlah penduduknya besar. wilayahnya besar dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Mereka rata sata berusia muda, dengan kebiasaan kebiasaan adaptif terhadap teknologi. Mereka talah memiliki cara dan cita rasa tersendiri untuk cinta tanah air,  untuk bertanggung jawab mengembangkan kemajuan bangsa, untuk meraih kejayaan menuju Masyarakat Dunia yang berkemajuan”.

“Muhammadiyah merupakan baby dari lahirnya Indonesia. Banyak bantuan dari para leluhur Muhammadiyah yg menjadikan Indonesia bisa seperti sekarang ini, cuman yang harus dipikirkan sekarang ialah para generasi muda bisa meneruskan semua perjuangan tersebut. Spiritual Gathering malam ini datang mengakrabkan kita. Saya juga merasa bangga dengan para Pelajar yang ada di Tiongkok ini, disisi lain mereka menuntut ilmu tetapi kecintaan terhadap tanah air tak pernah padam” menjadi pesan terimakasih Bapak Dubes dalam pidatonya.

Tak ketinggalan pidato inti yang diantarkan oleh Ketua Umum PP Muhammadiya Bapak Dr. Haedar Nashir dengan menjelaskan bahwa Muhammadiyah merupakan bagian dari integral bangsa Indonesia. “Untuk bisa menjadi bangsa yang berkemajuan dengan bangsa lain kata kuncinya adalah pada proses transformasi. Dibutuhkan mentalitasi yang matang untuk bisa menjadikan Indonesia menjadi negara yang tangguh. Ada banyak fase-fase yang kita lalui untuk tetap menjadikan mentalitas kita kuat walaupun terkadang akan tiba masa tumbang dalam periode tersebut. Tapi ini tidak akan menjadi modal kecil, melainkan kita hanya harus tetap maju untuk memikirkan transformasi yang akan dilakukan. Masyarakat Islam harus menjadi masyarakat yang dinamis dan berkemajuan, setiap sektor kehidupan juga penuh dengan tanggungjawab para masyarakat Islam agar tetap kompak, dan perlunya tahapan serta pembagian kerja yang terarah untuk pembagian tiap pekerjaan untuk membentuk generasi Millenial berkemajuan”, menjadi beberapa poin ceramah yang disampaikan oleh Bapak Haedar.

Ucapan terimakasih oleh Ketua Umum PCIM Tiongkok yang disertai penyerahan cendaramata ke masing-masing pihak juga penampilan tapak suci dari kader Muhammadiyah saudara Adi Wijaya menjadi rangakaian akhir acara. Sesi foto bersama dalam kegiatan yang mengakrabkan seluruh peserta kegiatan Spiritual Gathering bersama PCIM Tiongkok membuka wawasan baru untuk terus menjadikan generasi tetap berfikir modern dalam kehidupan Universal.

Penulis

Achmad Syafi’I Arifin Bando, MBBS Hubei Polytechnic University

Leave a Reply:

Your email address will not be published.