Skema Ponzi Dibalik Alimama Palsu

Penulis: Imanuel Oktavianus | Chengdu University of TCM

Editor: Nova Edvike Trinanda

PPITIONGKOK.org – Belakangan ini Alimama menjadi bahan pembicaraan banyak warganet Indonesia. Pasalnya, Alimama menawarkan bisnis instan dengan modal sedikit dan hasil yang cukup menggiurkan. Diawali pada pertengahan Juli 2020, inisial “DA” mengklaim dirinya sebagai salah satu founder dan top leader dari aplikasi Alimama Indonesia, yang katanya berada di bawah naungan langsung Alimama Tiongkok. DA berlatar belakang sebagai pegawai di salah satu perusahaan konsultan pendidikan, namun pemilik perusahaan telah mengonfirmasi bahwa DA sudah sejak lama work from home, dikarenakan oleh pandemi Covid-19. 

Pada awalnya, Alimama Indonesia bekerja dengan cara para member berpura-pura belanja di beberapa toko online untuk menaikkan rating dari marketplace tersebut. Menurut kesaksian para korban, Alimama Indonesia ternyata meminta memberuntuk menyetorkan sejumlah uang sebagai deposit, kemudian member Alimama dapat mengembangkan dana deposit tersebutdengan skema berpura-pura belanja melalui aplikasi Alimama dengan maksimal belanja 60 kali sehari. Keuntungan yang ditawarkan aplikasi Alimama ini mulai dari 0,2%-5% per hari (tergantung deposit di aplikasi) yang merupakan komisi palsu dari berpura-pura belanja tersebut. Semakin besar deposit yang kita punya, maka semakin besar pula keuntungan yang didapatkan.

Binis ini pun menarik banyak perhatian, hingga saat ini pengikut Instagram dari akun @aliayu.alimama (yang merupakan akun pemasaran Alimama milik DA) sudah mencapai 173.000 pengikut dalam kurun waktu kurang dari 3 bulan. DA juga memiliki strategi unik dalam memasarakan Alimama ini. Ia sempat melakukan webinar dan live Instagram di akun pribadi miliknya. Dalam penyampaiannya, ia menyampaikan Alimama Indonesia ini merupakan bagian dari perusaaan Alimama Grup yang terafiliasi dengan perusahaan raksasa di Tiongkok, yaitu Alibaba. Selain itu, rekan bisnis palsu nya ini juga sempat mengaitkan dirinya dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok.

Namun, pada 17 September 20220, laman aplikasi Alimama tiba-tiba tidak dapat dikunjungi, dan banyak member yang kebingungan. Pihak Alimama beralasan bahwa sedang ada perbaikan system aplikasi, namun setelah lama ditunggu pun tak kunjung selesai. Dan tak selang berapa lama pun DA menghilang. Saat ini, sebagain besar member sudah membuat laporan ke pihak yang berwajib dengan total kerugian yang diperkirakan mencapai lebih dari 10 miliar rupiah. 

Lalu apa yang sebenernya terjadi?

Faktanya, Alimama tersebut ternyata merupakan Alimama palsu. Alimama sendiri sampai saat ini tidak memiliki aplikasi. Alimama asli memang menjalankan bisnis, tetapi bergerak dalam bidang memberikan jasa kepada konsumen untuk memasarkan produknya ke skala yang lebih luas lewat perusahaan induknya, yaitu Alibaba. Jika kita ingin menggunakan jasa Alimama asli, kita yang seharusnya membayar, bukan seperti Alimama palsu yang memberi komisi ketika kita menggunakan aplikasinya. Alimama sendiri memiliki alamat website yang berbeda dangan Alimama palsu, Alimama asli dapat dikunjungi melalui laman alimama.com, sedangkan website dari Alimama palsu adalah almm.qdhtml.com. Server dari Alibaba grup adalah Alibabadns yang digunakan oleh alibaba.com, alimama.com, tabao.com, dan juga tmall.com, sedangkan Alimama palsu menggunakan cloudflare yang sebenarnya merupakan pesaing dari Alibaba grup. 

Setelah diselidiki, ternyata Alimama palsu mengunakan skema ponzi atau arisan berantai dalam investasi bodong penipuannya. Skema ponzi dilakukan dengan menghimpun dana yang disetorkan member baru dan dana tersebut digunakan lagi untuk imbalan atau komisi dari member. Pemberian aliran dana dari investor lama digunakan untuk bonus pada investor baru sebagai tawaran komisi atau hasil investasi.

Aplikasi bodong serupa Alimama sudah ada sebelumnya seperti MeMiles, Q-Net, First Travel, JD Union, dan masih banyak lagi. Oleh sebab itu, kita harus teliti dan cerdas dalam bermain investasi. 

Ciri dari skema ponzi ini sendiri ialah: Memberikan iming-iming keuntungan besar dengan mudah dan modal yang sedikit; Investor biasanya diberi jaminan pengembalian tinggi dengan risiko yang rendah; Aliran pengembalian dana yang konsisten dan tidak terpengaruh kondisi pasar; Investasi belum atau tidak terdaftar di Securities and Exchange Commission (SEC); Srategi investasi cenderung dirahasiakan dan teralu rumit apabila dijelaskan; Member susah mendapat akses dokumen resmi investasinya; Member cenderung dipersulit dengan aplikasi untuk mengeluarkan uang mereka. 

Untuk itu, sebelum melakukan investasi produk apapun itu, hendaknya diperiksa dahulu apakah perusahaan tersebut sudah terdaftar di badan resmi pemerintah, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jika tidak, sebaiknya hindari menggunakan layanan tersebut. Selain itu, perhatikan juga keterbukaan investasinya, bagaimana perusahaan mengelola dana, mengembangkan dana, dan bagaimana keuntungan investasi bisa didapat. 

Investasi merupakan hal yang penting sebagai perencanaan keuangan kita. Investasi juga baik dilakukan sejak dini, supaya kita mampu merancang keuangan dan mempersiapkan kebutuhan yang terencana maupun yang tidak terencana di masa depan, seperti dana pensiun, dana kesehatan, maupun dana pendidikan. Bijaklah dalam memilih investasi, coba untuk beralih ke investasi yang lebih aman seperti menabung di bank, deposito bank, emas, asset dan property

Salam Perhimpunan!

PPI Tiongkok 2020-2021

Berdaya, Berkarya, Bersama

1 thought on “Skema Ponzi Dibalik Alimama Palsu”

  1. Fаntastic goods from you, man. I’ve understand
    yoᥙr stuff previous to ɑnd yoս are just too fantastic.
    I really like what you’ve acquiгed here, certainly like what
    you are sɑying ɑnd the way in which you say it. You make it entertaіning and you
    still take care of to keep it smart. I cant wait to
    reaԀ much more from yoᥙ. This is actuallу a great
    site.

Leave a Comment

Your email address will not be published.