TANDA TANYA NASIB PARIWISATA INDONESIA – TIONGKOK

PPITIONGKOK.org– Pada Hari Jumat, 18 Desember 2018 lalu, BapakDjauhari Oratmangun,  Dubes RI untuk Republik Rakyat Tiongkok dan Mongolia, memberikan perhatian lebih pada tourism.

    Tourism atau pariwisata menjadi salah satu pengetuk pintu paling efektif untuk terjalinnya interaksi positif diantara kedua negara.

    ‘’Pertama, kami meyakini, Indonesia merupakan destinasi yang dicari dan diimpikan oleh travelers Tiongkok . Kedua, dalam diplomasi, diperlukan hubungan yang baik, people to people contact, yang dilanjutkan dengan berkunjung dan berdatangan. Ketiga, setelah itu melihat langsung alam dan budaya Indonesia, bisa dibangun kerjasama perdagangan dan investasi,” ujar Bapak Djauhari.

    Menpar pun menyampaikan, serangkaian aktivitas selama dua hari di Beijing adalah bagian dari tindak lanjut pertemuan antara Presiden Jokowi dan Presiden Xi Jinping di Port Morresby, PNG, bulan lalu. Presiden Jokowi meminta agar turis dari Tiongkok tetap menjadikan Indonesia sebagai destinasinya pada tahun 2019.

    Permintaan presiden langsung dijawab oleh Presiden Xi. Bahkan ada 3 poin penting yang disampaikan Presiden Xi :

Pertama, akan mengirim wisatawan ke Indonesia, baik ke Bali maupun di banyak destinasi lain di luar Bali, dengan target minimal 3 juta orang.
Kedua, akan memperbanyak direct flight menuju ke Indonesia dari Tiongkok .
Ketiga, akan mengajak para investor Tiongkok menanamkan modal di sektor pariwisata di 10 Bali Baru, atau 10 Destinasi Prioritas.

    1 tahun kemudian dari hasil perjanjian tersebut yaitu pada tahun 2019 , jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia mencapai 16,11 juta kunjungan atau naik 1,88% dibanding jumlah kunjungan wisman pada periode sebelumnya yang berjumlah 15,81 juta kunjungan. Diantara data kunjungan tersebut warga Tiongkok merupakan salah satu yang mempengaruhi yaitu sebanyak 2,07 juta kunjungan .

    Akan tetapi , pada Januari 2020 , dikarenakan adanya Virus Corona.  Maka kunjungan warga Tiongkok mengalami peningkatan sebesar 5,85 persen untuk periode Januari 2020 dibanding Januari 2019. Namun untuk periode Januari 2020 dibanding Desember 2019 mengalami penurunan sebesar 7,62 persen.

    Selama pandemi ini berlangsung, baik Indonesia maupun Tiongkok menutup penerimaan kunjungan turis asing, maka bisa dipastikan pendapatan ekonomi yang di dapat dari pariwisata baik pihak Indonesia maupun pihak Tiongkok mengalami penurunan yang drastis  .

    “Dalam masa pandemi ini, sektor pariwisata menjadi salah satu yang terkena dampak cukup signifikan. Dan menjadi sektor yang diimpikan ketika pandemi berakhir. PPI Tiongkok berkomitmen menjadi jembatan penghubung antara Indonesia dan Tiongkok di dalam sektor pariwisata, melalui platform CITRA (China-Indonesia Travel)”, ujar Nikkolai Ali Akbar Velayati, Ketua Umum PPI Tiongkok.

    Selama pandemi berlangsung pun , Tiongkok lah yang lebih dulu bangkit, maka dari itu Indonesia bekerjasama dengan Tiongkok lewat kerja sama internasional dalam pengembangan vaksin, yaitu antara Biofarma dan Sionovac,  dan untuk mengembangkan vaksin ini.

    Dilihat dari sisi wisata , Indonesia juga bisa mencontoh Tiongkok untuk membangun fasilitas wisata baru, tujuannya untuk menetralisir stress yang dialami oleh masyarakat selama masa PSBB berlangsung, dan manfaat kedepannya untuk dapat dijadikan destinasi baru untuk para turis asing yang akan berkunjung ke Indonesia ataupun Tiongkok .

    Semoga setelah masa pandemi ini berakhir, hubungan Indonesia – Tiongkok khususnya mengenai pariwisata akan tambah erat dan saling menguntungkan dua belah pihak. Walaupun Hubungan Bilateral Indonesia-Tiongkok sudah berlangsung selama 70 tahun.

Penulis dan Penerjemah : Tim Bidang Pariwisata dan CITRA PPITiongkok

    On Friday, 18 December 2018, Indonesian Ambassador to the People’s Republic of China and Mongolia Mr. Djauhari Oratmangun gave more tension to tourism.

    Tourism is one of the most effective ways for countries to work together and establish positive interactions.  

    Mr. Djauhari said, “We believe that Indonesia is a destination that Chinese travelers seek and dream of. Second, in terms of diplomacy, good relation, and people to people contact are needed before a visit can happen. Third, trade and investment cooperation can be established after seeing the nature and culture of Indonesia first-hand.”

    The Minister of Tourism also said that two-day activities in Beijing were part of a follow-up to the meeting that President Jokowi and President Xi Jinping had in Port Moresby, PNG, last month. President Jokowi wished Chinese tourists would include Indonesia in their travel plan in 2019.

    The President’s request was immediately answered by President Xi in 3 important points:

1.         China will send tourists to Bali or other destinations in Indonesia, with a minimum target of 3 million tourists.

2.         Second, there will be more direct flights from China to Indonesia.

3.         Third, China will invite Chinese investors to invest in the tourism sector, specifically in the 10 new Bali, or 10 Priority Destinations.

    A year after the agreements were made in 2019, the number of foreign tourists coming to Indonesia reached 16.11 million, a 1.88% increase compared to the same period of the previous year, which was 15.81 million. Among those data, the Chinese made up the majority of 2.07 million tourists.

    In January 2020, the number of Chinese tourists increased by 5.85% compared to January 2019. However, due to the coronavirus outbreak, the comparison between Chinese tourists in January 2020 and December 2019 saw a decrease of 7.62%.

    During the pandemic, both Indonesia and China banned foreign tourists from visiting, so it is without a doubt that the economic income generated by the tourism sector will decrease immensely for both countries.

    “During this pandemic, the tourism sector was affected quite significantly. It will also be the sector that people will come looking for when the pandemic ended. PPI Tiongkok (Indonesian Students’ Association in The People’s Republic of China) is committed to being a bridge between Indonesia and China in the tourism sector, through the CITRA (China-Indonesia Travel) platform. “, said Nikkolai Ali Akbar Velayati, President of PPI Tiongkok.

    Today, China was the first to rise from adversity since the pandemic started, which encouraged Indonesia’s Biofarma to team up with China’s Sionovac in developing a vaccine through international cooperation.

    In terms of tourism, Indonesia can also mirror China in building new tourism facilities. The goal is to help relieve stress that is experienced by the community while staying at home for months, with future benefits that when international tourism reopens, these facilities can be used as new destinations for new incoming tourists.

    Hopefully, after this pandemic ends, Indonesia-China relations, especially regarding tourism, will be stronger and mutually beneficial for both parties. Indonesia-China Bilateral Relations have been going on for 70 years, and I hope that the relations between Indonesia and China will continue to remain on good terms on the far future ahead.

Writers and translators: PPI Tiongkok CITPAR (Unit of Tourism and China-Indonesia Travel) TEAM

    2018年12月18日周五,印尼驻华及蒙古大使,Djauhari Oratmangun先生对旅游行业更加关注。

    旅游行业是两国之间建立积极互动的最有效的途径之一。

    Djauhari先生说道,“首先、我们相信印度尼西亚是中国旅客最佳的旅游目的地。其次,在外交中,良好的关系,人与人之间的联系,以及随后的访问和到来是必需的。最后、亲眼看到印度尼西亚的自然风景与习俗文化后,可以开始建立贸易以及投资合作。”

    印度尼西亚旅游部长也曾说道,北京这两天的活动是佐科维总统与习近平主席在上个月莫尔兹比港的会议的后续行动。佐科维总统希望在2019年中国旅客可以继续指定印度尼西亚为旅游目的地。

   习主席回应了佐科维总统的要求并且反映了以下三个要点:

一、无论是巴厘岛还是印尼其他旅游地点,将把中国游客带到印度尼西亚,目标至少为300万人;

二、将增加中国到印尼的直航;
三、将邀请中国资者在旅游部门,尤其是在印尼10个优先旅游点或称作10新巴厘岛,进行投资。

    协议结果的一年后,也就是在2019年时,来到印度尼西亚旅游的外籍旅客总人数达到了16,110,000(一千六百一十一万),从2018年的15,810,000(一千五百八十一万)总人数增涨了1.88%(百分之一点八八)。其中2,070,000(两百零七万)是来自中国的旅客。

    然而,由于冠状病毒的疫情,不管是中国还是印尼,两国都减少了对外国游客的接待服务,这导致中国与印度尼西亚的国内外旅游活动都受到了严重的影响。根据旅客国籍显示,2020年1月印尼的国际游客同比去年1月增加5. 85%,而2020年1月份国际游客人数比2019 年12月份锐减了7.62%。

    在华印尼学生协会主席周阳 (Nikkolai Akbar) 说 “在疫情防控期间, 旅游业收入迅速下降,而旅游活动是印尼经济的最重要来源之一,所以我们希望能够通过CITRA平台(中国-印尼旅游) 成为印尼与中国旅游业之间的桥梁”。

    与印度尼西亚相比,中国是第一个成功摆脱疫情的国家。面对新冠肺炎疫情, 中印尼两国同舟共计,守望相助。印尼Bio Farma 制药厂与中国科兴控股生物技术有限公司(Sinovec) 开展合作进行疫苗研发, 充分体现了这两国的深情厚谊。

    另外在旅游方面,疫情使得人们取消旅游安排, 为了安全必须呆在家里。拿中国为榜样,印尼可以建设新的旅游设施,目的是消除大规模社交隔离期间所产生的压力。此外,在疫情结束后,旅游业新的氛围将作为国际游客来旅游的新目的,更加有趣。

    今年是印尼同中国建交70周年,站在历史新起点,希望中方愿同印尼方继续推动中印尼全面战略伙伴关系不断迈上新台阶,为两国人民创造有更多福祉。疫情结束后,我们希望能够以往继续加强中印尼双边关系,尤其是在旅游领域中加强合作。在此,我们要庆祝中国与印尼建交七十周年纪念,祝中印尼友谊万古长青。

作者和译员 :在华印尼学生协会的旅游和CITRA队

Leave a Comment

Your email address will not be published.