Tiongkok International Edu Expo: Region Selatan

Penulis: Ayu Fitri Rahmawati

PPITIONGKOK.org – Tiongkok International Edu Expo merupakan salah satu program kerja kolaborasi antara Bidang Pengaderan Organisasi, Departemen Pendidikan (BPO) dengan Bidang Kemahasiswaan, Keanggotaan, dan Pendataan, Divisi Kemahasiswaan dan Keanggotaan (KAKAP) Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok. Program ini diselenggarakan melalui aplikasi Zoom Meeting (3/10/2020). Tujuannya adalah untuk memperkenalkan lingkungan dan budaya Tiongkok serta kehidupan perkuliahan dan macam-macam beasiswa yang ada di Tiongkok. Selain itu, webinar series ini bertujuan untuk memberikan informasi bagi mahasiswa baru, calon mahasiswa baru, maupun masyarakat umum yang tertarik dengan beasiswa perkuliahan di Tiongkok.

Webinar ini dibuka oleh moderator yang memaparkan “Natuna Membaca”, yang merupakan program PPI Tiongkok bersama dengan PCINU Tiongkok dengan PPIDK Asia-Oseania (14 PPI Negara) untuk membangun pepustakaan di Natuna. Program ini dibuat sebagai bentuk komitmen untuk masyarakat Indonesia dalam mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia dan meningkatkan kualitas literasi di daerah yang tertinggal. 

Ayo, bantu tingkatkan literasi Natuna! Sumbangan dapat disalurkan melalui :

  • WeChat: fznlhdi
  • Alipay: 18507832120
  • Ovo: 081332350052 a.n Millatul Fahiroh
  • Go pay: +6281332350052
  • Rekening BCA: 6670475733 a.n Fauzan Alhadi.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Nikkolai Ali Akbar Velayati selaku ketua umum PPI Tiongkok, dan sambutan dari Ryan Thjin selaku ketua Region Selatan.

Selanjutnya pemaparan narasumber pertama, Endrudi Pancaran yang merupakan mahasiswa Bachelor Degree di Chengdu University of TCM, yang mana saat ini kota Chengdu menduduki peringkat ke-5 di “2020 Ranking of Cities Business Attractiveness.” Selanjutnya, Endrudi juga memberikan informasi mengenai jurusan Clinical Medicine (Western and Chinese Medicine) serta biaya kuliah, biaya hidup dan biaya asrama.

“Kalau saya kuliah di Chengdu University of TCM, materi diajarkan dalam full English serta dosen pengajarnya berasal dari luar negeri semua. Alasan saya berkuliah di Tiongkok adalah mendapat kesempatan belajar Bahasa Mandarin, mempunyai sistem pendididkan yang terbaik di Asia, mata pelajaran yang berstandar internasional, memiliki peluang karir untuk bekerja di luar negeri, serta mempunyai kesempatan berkenalan dengan orang-orang dari negara lain.” Jelas Endrudi Pancaran, Mahasiswa Chengdu University of TCM.

Adapun perkiraan biaya kuliah yang dikeluarkan:

  • Bachelor Degree 30.000 RMB/tahun
  • Master Degree 35.000 RMB/tahun
  • Doctoral 43.000 RMB/tahun

Biaya asrama:

  • Double bed 2400 RMB/tahun

Narasumber selanjutnya adalah Richard Cornelius Suwandi, Bachelor Degree Data Science di Chinese University of Hong Kong, Shenzhen. Data Science adalah ilmu multidisiplin yang mengolah data menjadi informasi guna membantu pembuatan prediksi dan pengambilan keputusan.

Mengapa belajar Data Science di Tiongkok?

  • Data Science dapat ditemukan dimana-mana di Tiongkok
  • Prospek kerja dan upah yang tinggi
  • Lapangan kerja yang luas dan terus bertambah

Sedangkan untuk biaya kampus sekitar 95,000 RMB/tahun, biaya asrama 1,200 RMB/tahun (4 orang), biaya buku 300-500 RMB/tahun (tergantung jurusan). Serta ada beasiswa dari universitas dan pemerintah.

Dilanjutkan oleh Hasan Hidayat, Master Business Administration, Wuhan University of Technology. “Program MBA belajar dari studi kasus atau permasalahan-permasalahan yang dihadapi di dunia kerja nyata. Mahasiswa MBA lebih banyak belajar dengan cara mengeksplorasi, berdiskusi, dan bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan studi kasus atau tugas.”

Adapun perkiraan biaya kuliah yang dikeluarkan:

  • Bachelor Degree 20.000 RMB/tahun
  • Master Degree 35.000 RMB/tahun
  • Doctoral 70.000 RMB/tahun

Serta untuk biaya asrama:

  • Single bed 12.000 RMB/tahun
  • Double bed 8.500 RMB/tahun

Teman-teman semua jangan khawatir, karena semua biaya itu bisa didapatkan melalui beasiswa, contohnya Chinese Government Scholarship, ASEAN Scholarship, Rank Scholarship, dan University Scholarship.

Narasumber yang terakhir yaitu Firdausiah, Bahcelor Degree Sastra China, Guangxi University. “Sastra China bukan hanya belajar bahasa, tapi juga belajar tentang budaya dan sejarah Tiongkok: belajar mengenai linguistik – bagaimana terbentuknya sebuah kata, dari mana bunyi dihasilkan, asal muasal Bahasa Mandarin Kuno, dan pastinya memahami grammar Bahasa Mandarin.”

Perkiraan biaya kuliah yang dikeluarkan:

  • Non Degree 10.500 RMB/tahun
  • Bachelor Degree 12.000 RMB/tahun
  • Master Degree 15.000 RMB/tahun
  • Doctoral 19.000 RMB/tahun

Serta untuk biaya asrama:

  • Single bed 8.000 RMB/tahun
  • Double bed 4.000 RMB/tahun

Dilanjutkan dengan sesi QnA:

  • Thiio dari Gresik, untuk kak Ricard

Q: Belajar dasar Data Science itu harus mulai dari mana?

A: Harus bisa matematika, pemrograman serta belajar koding.

  • Revana dari Bekasi, untuk kak Endru

Q: Setelah kita lulus dari kedokteran di Tiongkok sebagai orang Indonesia itu kita bisa kerja di beberapa rumah sakit di Tiongkok?

A: Tergantung pribadi dan kemampuan diri, bukan hanya sekedar berbicara tapi sebagai seorang dokter yang sungguhan.

Selanjutnya penyampaian dari Bidang Penanggulangan dan Pencegahan Penipuan Agen dan Bidang Relasi Alumni dan Bursa Kerja. Kemudian webinar ditutup dengan foto bersama.

Semangat untuk kalian pejuang kuliah ke Tiongkok!

Salam Perhimpunan!

PPI Tiongkok 2020-2021

Berdaya, Berkarya, Bersama

Leave a Comment

Your email address will not be published.