What Should I Do #1: Tempat Rekomendasi di Tiongkok Saat Musim Gugur

Penulis: Divisi Artikel

PPITIONGKOK.org – Berbeda dengan Indonesia, China memiliki 4 musim yang berbeda dalam satu tahun, diantaranya: musim semi (春天chūn tiān); musim panas(夏天 xià tiān); musim gugur (秋天 qiū tiān); dan musim dingin (冬天 dōng tiān). Meskipun musim gugur telah tiba, suasana dingin pun sudah mulai terasa, bukan berarti para traveller tidak bisa menikmati liburan ke tempat-tempat seru yang ada di China. Berikut adalah rekomendasi tempat di China yang bisa dikunjungi pada musim gugur.

Pulau Oranye (水陆洲Shuǐlù Zhōu)

Pulau Oranye adalah salah satu destinasi wisata unik yang tak boleh terlewatkan saat musim gugur. Berlokasi di Kota Changsa, Hunan, membuat pulau unik ini dikelilingi oleh sungai Xiangjiang. Di pulau ini, terdapat ribuan pohon jeruk. Maka dari itulah pulau ini disebut dengan Orange Island.

Pulau Oranye atau yang biasa disebut pulau Shuilu ini memiliki luas 91,64 hektar dengan panjang 5 km, dan lebar antara 40-140 meter. Pulau ini termasuk kategori AAAAA (A5) dalam peringkat atraksi wisata dan panorama utama China. A5 merupakan sistem peringkat yang diluncurkan pada tahun 1999 dan dikelola oleh Administrasi Pariwisata Nasional Tiongkok.

Pulau Oranye dibuka pada 1904 di akhir dinasti Qing. Dari tahun 1911 hingga 1949, banyak kedutaan dan konsulat asing dibangun di pulau ini.

Selain ribuan pohon jeruk, di pulau cantik ini juga terdapat pantai yang disebut “The Orange Isle Beach Park”. Kalian bisa bermain dan bersenang-senang sesuka hati di pantai dengan air jernih dan hamparan pasir putih yang cukup luas ini.

Setiap Sabtu malam di bulan Mei sampai Oktober, Pulau Oranye ini menyediakan pertunjukan kembang api. Acara ini dimulai dari jam 7:40 P.M. hingga 8:00 P.M. Saat pertunjukan dimulai, ribuan orang akan berkumpul disekitar Xiangjiang untuk menyaksikan indahnya kembang api yang menari-nari.

Sumber foto: ELIC Twitter

Taman Nasional Suaka Alam (九寨沟Jiǔzhàigōu)

Lokasi taman ini adalah Sichuan, Nanping, China, sekitar 450 km arah utara dari Kota Chengdu. Nama Jiuzhaigou diambil dari keberadaan sembilan desa Suku Tibet yang dalam bahasa itu disebut sebagai Zitsa Degu. Dalam Bahasa Inggris tercatat dengan nama Jiuzhaigou Valley Scenic and Historic Interest Area di Situs Warisan UNESCO. Memiliki luas 72.000 hektar di utara Provinsi Sichuan, dan memiliki ketinggian 4.800 meter. Memiliki ragam ekosistem hutan, dengan ditinggali oleh sekitar 140 spesies burung, tanaman langka dan binatang langka seperti Panda.

Untuk suku Tibet, Jiuzhaigou adalah tempat suci dan sumber air sehari-hari. Jiuzhaigou memiliki legenda bahwa disana terdapat seorang dewa gunung bernama Dago yang menyukai Dewi Semo.  Dago memberikan kaca yang terbuat dari angin dan awan kepada Semo, tapi semuanya berantakan sewaktu roh jahat muncul. Semo memecah kaca itu menjadi 108 bagian yang jatuh ke bumi dan menjadi 108 danau yang berwarna-warni. Danau ini disebut Haizi oleh orang setempat. 

Harga tiket: 169 RMB (1 April-15 November)

                     80 RMB (16 November-31 Maret)

Waktu keliling: 1 hari

Sumber foto: China Discovery

Pantai Merah (红海滩Hóng hǎitān)

Saat traveling ke pantai, umumnya pemandangan yang terlihat hampir selalu sama. Yakni air laut berwarna biru dengan hamparan pasir putih atau kekuningan. Namun, pemandangan ini tak akan kamu lihat di sebuah pantai di China. Pantai yang terletak di Provinsi Liaoning, yaitu Pantai Merah atau sering di sebut Red Beach ini memiliki pemandangan muara Sungai Shuangtaizi, dan wilayah Kota Panjin yang didominasi oleh warna merah. Warna merah di kawasan Pantai Merah ini disebabkan oleh hamparan tanaman Suaeda Salsa yang menutupi pesisirnya. Tanaman Suaeda Salsa merupakan jenis tanaman sukulen yang juga dikenal dengan sebutan rumput laut atau ular laut. Spesies Suaeda di Pantai Merah biasanya berwarna hijau pada musim semi, kemudian berubah warna menjadi hijau batu giok pada awal musim panas.

Selain keunikan tanaman Suaeda Salsa, Pantai Merah juga menjadi ‘rumah’ bagi lebih dari 400 spesies binatang liar. Serta menjadi persinggahan bagi sekitar 250 spesies burung yang bermigrasi dari Asia Timur ke Australia setiap tahunnya, dan terdapat sekitar 20 dari spesies burung tersebut merupakan spesies yang terancam punah, seperti bangau merah dan camar saunder.

Sejak berdirinya Panjin tahun 1984, Pantai Merah telah berkembang sebagai destinasi eco-tourism, dan menjadi cagar alam yang dilindungi.

Sumber foto: Travel Trip Journey

Gunung Tai (泰山Tàishān)

Gunung ini dikenal dengan banyak sebutan, yaitu Daishan, Daizong, Daiyue, Dongyue, dan Taiyue. Gunung ini terletak di tengah Provinsi Shandong dan membentang di antara tiga kota, yaitu Kota Tai’an, Jinan dan Zibo.

Gunung Tai dianggap oleh orang dahulu sebagai surga yang menembus takhta, dan menjadi gunung suci untuk pemujaan rakyat dan pengorbanan kaisar. Sejak awal dinasti Qin Shihuang hingga dinasti Qing, 13 kaisar berturut-turut pergi ke Gunung Tai untuk mengabadikan Zen atau pemujaan. Ada lebih dari 20 bangunan kuno dan lebih dari 2.200 tugu dan pahatan batu di gunung.

Pada 8 November 1982, Gunung Tai termasuk dalam gelombang pertama tempat pemandangan nasional. Kemudian pada 12 Desember 1987, Gunung Tai didaftarkan sebagai warisan ganda budaya dan alam dunia. Dan diawal bulan Maret, tepatnya pada tanggal 7 Maret 2007, Gunung Tai dinilai sebagai objek wisata tingkat AAAAA nasional.

Harga tiket masuk: 35-96 RMB

Waktu keliling: sekitar 6-8 jam

Sumber foto: ZhiHu

Menonton Api Unggun di Danau Lugu di Lijiang (丽江泸沽湖Lìjiāng lúgū hú), Yunnan

Menurut legenda, pada zaman kuno, untuk mencegah musuh asing menyerang orang Mosuo, para pemimpin suku mengatur api besar di pintu masuk desa, dan orang-orang menghentakkan kaki dan berteriak di sekitar api. Setelah musuh mundur, semua orang sangat gembira, bernyanyi dan menari di sekitar api sepanjang malam, dan kemudian muncul kelompok yang menghibur tarian Guozhuang dan tarian Jiazuo, yang artinya menari di saat-saat indah. Di tepi Danau Lugu ini, pesta api unggun diadakan hampir setiap malam. Para pemuda dan pemudi kebangsaan Mosuo menari dengan riang dan menyanyikan lagu cinta ”Danau Lugu”. Mereka juga akan mengundang Anda untuk bernyanyi dan menari di sekitar api unggun. 

Harga tiket masuk: 35 RMB/orang untuk masuk ke Danau Lugu

Sumber foto: CGTN News

Nantikan konten-konten WSID selanjutnya dari PPI Tiongkok ya!

Salam Perhimpunan!

PPI Tiongkok 2020-2021

Berdaya, Berkarya, Bersama

Leave a Comment

Your email address will not be published.